DAFTAR NAMA PANGKAT TNI AU

DAFTAR NAMA URUT PANGKAT TNI ANGKATAN UDARA LENGKAP , sebelumnya kami telah membahas Pangkat TNI AD dan Daftar Nama Urut Pangkat TNI AL dan sekarang kami berbagi informasi seputar ::

Nama Urut Kepangkatan di TNI AU Terbaru

Daftar Nama Pangkat TNI Angkatan Udara

Urutan Pangkat TNI AU

Pangkat TNI AU Tahun 1997
Daftar nama Lengkap Kepangkatan TNI Angkatan Udara Terbaru


pangkat tni ad

pangkat tni al

pangkat tni au

urutan pangkat tni dan gaji

pangkat tni ad dari terendah sampai tertinggi

kenaikan pangkat tni berapa tahun sekali

cara naik pangkat tni

gambar pangkat tni



Jenjang

TNI Angkatan Udara
Pangkat kehormatan

Marsekal Besar
Perwira tinggi

Marsekal


Marsekal Madya


Marsekal Muda


Marsekal Pertama
Perwira menengah

Kolonel


Letnan Kolonel


Mayor
Perwira pertama

Kapten


Letnan Satu


Letnan Dua
Bintara tinggi

Pembantu Letnan Satu


Pembantu Letnan Dua
Bintara

Sersan Mayor


Sersan Kepala


Sersan Satu


Sersan Dua
Tamtama kepala

Kopral Kepala


Kopral Satu


Kopral Dua
Tamtama

Prajurit Kepala


Prajurit Satu


Prajurit Dua

NAMA KEPANGKATAN TNI AL TERLENGKAP

DAFTAR NAMA KEPANGKATAN TNI AL TERLENGKAP , Di hari ini Sarang Pendidikan seperti biasa akan berbagi info penting seputar Pendidikan yang perlu diketahui untuk rekan-rekan sekalian dan kali ini infonya mengenai segala hal yang berhubungan dengan ::

Nama Urut Kepangkatan di TNI AL Terbaru

Daftar Nama Pangkat TNI Angkatan LAut

Urutan Pangkat TNI AL

Pangkat TNI AL Tahun 1997
Daftar nama Lengkap Kepangkatan TNI Angkatan Laut


Jenjang
TNI Angkatan Laut
Pangkat kehormatan
Laksamana Besar
Perwira tinggi
Laksamana

Laksamana Madya

Laksamana Muda

Laksamana Pertama
Perwira menengah
Kolonel

Letnan Kolonel

Mayor
Perwira pertama
Kapten

Letnan Satu

Letnan Dua
Bintara tinggi
Pembantu Letnan Satu

Pembantu Letnan Dua
Bintara
Sersan Mayor

Sersan Kepala

Sersan Satu

Sersan Dua
Tamtama kepala
Kopral Kepala

Kopral Satu

Kopral Dua
Tamtama
Kelasi Kepala

Kelasi Satu

Kelasi Dua

DAFTAR NAMA DAERAH DI INDONESIA PENGHASIL TAMBANG MINYAK BUMI TERBESAR DI INDONESIA

DAFTAR NAMA DAERAH DI INDONESIA PENGHASIL TAMBANG MINYAK BUMI TERBESAR DI INDONESIA , Kembali dikesempatan ini kami Sarang Pendidikan ingin berbagi mengenai Daerah Penghasil Tambang Minyak Bumi Terbesar di Indonesia .

     Papua:

    Sorong, Papua
    Klamono, Papua
    Baho, Papua


    Jawa:

    Cepu, Jawa Tengah
    Majalengka, Jawa Barat
    Delta Sungai Brantas, Jawa Timur


    Sumatra:

    Dumai, Riau
    Sungai Paking, Riau
    Sorolangun, Jambi
    Sungai Gerong, Sumatera Selatan
    Tanjungpura, Sumatera Utara
    Kepulauan Natuna, Riau
    Lhokseumawe, Aceh
    Peureulak, Aceh
    Plaju, Sumatera Selatan.


    Kalimantan:

    Pulau Bunyu, Kalimantan Timur
    Pulau Tarakan, Kalimantan Timur
    Sungai Mahakam, Kalimantan Timur
    Kembatin, Kalimantan Tengah


    Maluku:

    Pulau Seram, Maluku
    Pulau Tenggara, Maluku

DAFTAR NAMA JENIS IKAN TAWAR DI WILAYAH INDONESIA

DAFTAR NAMA JENIS IKAN TAWAR DI WILAYAH INDONESIA , langsung saja dibawah ini adalah Jenis Ikan Tawar yang ada di Indonesia baik yang layak di Konsumsi atau yang tidak layak di Konsumsi ::

jenis ikan air tawar konsumsi

macam-macam ikan air tawar

contoh ikan air payau

jenis ikan air laut

nama nama ikan hias

macam-macam ikan sungai

ikan air tawar konsumsi paling mahal

jenis ikan air laut konsumsi

    Arapaima
    Arwana, arowana, ikan naga
        Arwana asia (Scleropages formosus)
    Baung (Hemibagrus spp.)
        Baung kuning (H. planiceps)
        Baung kunyit (H. wyckii)
        Baung putih, baung sungai (H. nemurus)

    namun juga,

        Baung burai, (Pseudomystus stenomus)
        Baung duri, (Leiocassis poecilopterus)
        Baung layar, (Bagrichthys hypselopterus)
        Baung lebang, (Pseudomystus fuscus)
        Baung tikus, (Bagroides melapterus)
    Belida, lopis (Chitala lopis)
    Belut
        Belut sawah (Monopterus albus)
    Betok, pepuyu (Anabas testudineus)
    Betutu, bakut, gabus bodoh (Oxyeleotris marmorata)
    Cupang dan kerabatnya
        Betta channoides
        Betta enisae
        Betta imbelis
        Betta mandor
        Betta miniopinna
    Gabus dan kerabatnya (Channa spp.)
        Gabus, haruan (Channa striata)
        Bogo, bogo benguk (C. gachua)
        Kehung, kesung, bujuk (C. lucius)
        Kerandang, serandang (C. pleurophthalma)
        Toman (C. micropeltes)
    Gupi (guppy), suwadakar, ikan seribu (Poecilia reticulata)
    Gurami, gurame, gurameh, kalui (Osphronemus goramy)
Jeler

    Jeler kecil (Nemacheilus chrysolaimos)

Kapar, selincah, beloncah (Belontia hasselti)
Ketoprak (Pristolepis fasciata); juga disebut patung, empatung.
Sepatung, empatung, patung (Pristolepis grootii)
Lais
Lele dan kerabatnya (Clarias spp.)

    Lele dumbo (C. gariepinus)
    Lele jawa (C. batrachus)
    Lele kembang (C. teijsmanni)
    Limbat, lembat, lele panjang (C. nieuhofii)
    Wiru, lele hitam (C. meladerma)

Lundu sekerabat (Mystus spp.)

    Keting (M. gulio)
    Senggiringan (M. singaringan)

Ikan Mas dan kerabatnya

    Mas, koi (Cyprinus carpio)
    Keperas (Anematichthys apogon)
    Tawes (Barbonymus gonionotus)
    Tengadak, kepiat (Barbonymus schwanenfeldii)
    Kowan, grasscarp (Ctenopharyngodon idella)
    Hampal, adungan (Hampala macrolepidota)
    Masik (Labiobarbus fasciatus)
    Wadon gunung, umbu-umbu (L. leptocheilus)
    Jelawat (Leptobarbus hoevenii)
    Bilis (Mystacoleucos padangensis)
    Genggehek (M. marginatus)
    Kelabau (Osteochilus melanopleura)
    Nilem (Osteochilus vittatus)
    Bantak (Osteochilus waandersi)
    Paedocypris progenetica, ikan terkecil di dunia
    Wader bintik-dua, wader, beunteur (Puntius binotatus)
    Dokun (P. lateristriga)
    Brek (P. orphoides)
    Ikan sumatra (P. tetrazona)
    Puntius trifasciatus
    Lunjar padi (Rasbora argyrotaenia)
    Kancra (Tor soro)
    Semah (T. douronesis)
    Tambra (T. tambra)
    Garing (T. tambroides)

Ikan Pelangi/Rainbowfish :

    Ikan pelangi merah (Glossolepis incisus)
    Ikan pelangi boesemani (Melanotaenia boesemani)
    Ikan pelangi mungil (Melanotaenia praecox)
    Ikan pelangi Kurumoi (Melanotaenia parva)
    Ikan pelangi biru (Melanotaenia lacustris)
    Ikan pelangi sawiat (Melanotaenia fasinensis)
    Ikan pelangi ajamaru (Melanotaenia ajamaruensis)

Louhan
Patin dan kerabatnya (Pangasius spp.)

    Patin (P. nasutus)
    Patin raksasa mekong, (Pangasianodon gigas)
    Jambal siam (P. hypophthalmus)

Piranha
Sapu-sapu
Sepat sekerabat (Trichogaster spp.)

    Sepat mutiara (T. leerii)
    Sepat rawa (T. trichopterus)
    Sepat siam (T. pectoralis)

Sidat
Tambakan, tembakang, biawan (Helostoma temminckii)
Tapah (Wallago spp.)
Tilapia

    Mujair (Tilapia mossambica)
    Nila (T. nilotica)

DAFTAR NAMA IKAN LAUT TERLENGKAP DI WILAYAH INDONESIA

DAFTAR NAMA IKAN LAUT TERLENGKAP DI WILAYAH INDONESIA , Mungkin sebagian rakyat indonesia yang berada Daerah Pesisir pasti akan mengenal nama-nama Ikan lebih banyak dibandingkan dengan Masyarakat yang jauh dr Daerah Pesisir, oleh karena itu untuk menambah wawasan akan berbagi pengetahuan mengenai ::

nama nama ikan laut

jenis ikan air laut konsumsi

jenis ikan laut yang bisa dikonsumsi

macam-macam ikan air tawar

nama ikan laut 4 huruf

contoh ikan air payau

nama ikan laut tts

jenis ikan laut dangkal

Inilah NAMA NAMA JENIS IKAN LAUT TERLENGKAP DI WILAYAH INDONESIA

    Ayam-ayam
   
    Bandeng ("Chanos chanos")
    Barakuda, alu-alu
    Baronang
        Baronang angin (Siganus javus)
        Baronang batik (Siganus vermiculatus)
        Baronang kalung (Siganus virgatus)
        Baronang kunyit
        Baronang lada (Siganus stellatus)
        Baronang susu (Siganus canaliculatus)
        Baronang tompel (Siganus guttatus)
    Belanak
    Buntal
   
    Cakalang
    Coelacanth
    Cucut atau hiu
        Cucut ronggeng (Eusphyra blochii)
        Cucut tokek, cucut kembang (Stegostoma fasciatum)
       
        Hiu banteng (Carcharhinus leucas)
        Hiu harimau (Galeocerdo cuvier)
        Hiu martil (Sphyrna spp.)
        Hiu paus, cucut geger-lintang (Rhincodon typus)

    Ikan giru, Clownfish
        Giru gelang-putih (Amphiprion percula)
    Haring
        Haring atlantik (Clupea harengus)
    Hilsa (Tenualosa ilisha)
    Injel
    Julung-julung (juga di air tawar)
    Kakap
        Kakap hitam
        Kakap kuning
        Kakap merah (Lutjanus campechanus)
        Kakap putih
    Kedukang
    Kerapu
        Kerapu bebek, kerapu tikus (Chromileptes altivelis)
        Kerapu harimau (Epinephelus fuscoguttatus)
        Kerapu kayu (Epinephelus tauvina)
        Kerapu sunuk, kerapu merah (Plectropomus leopardus)
Kembung

    Kembung lelaki (Rastrelliger kanagurta)
    Kembung perempuan (Rastrelliger brachysoma)
    Kembung (Rastrelliger faughni)

Kod

    Kod atlantik (Gadus morhua)
    Kod pasifik (Gadus macrocephalus)
    Kod greenland (Gadus ogac)

Ikan kodok

    Ikan-kodok maluku (Histiophryne psychedelica)

Kuro, kurau

    Senangin (Eleutheronema tetradactylum)
    Senangin kuning (Eleutheronema tridactylum)
    Senohong (Leptomelanosoma indicum)
    Sumbal (Polydactylus plebeius)

Kepe-kepe
Kuda laut
Kuwe
Layang

    Layang anggur, malalugis (Decapterus kurroides)
    Layang benggol (Decapterus russeli)
    Layang biru (Decapterus macarellus)
    Layang deles (Decapterus macrosoma)
    Layang ekor merah (Decapterus tabl)

Layur (Trichiurus lepturus)
Lemadang (Coryphaena hippurus)
Lepu

    Lepu angin (Scorpaena guttata)
    Lepu ayam (Pterois volitans)
    Lepu tembaga (Synanceja horrida)

Makerel

    Bonito

Manyung
Pari

    Pari manta (Manta birostris)

Pipis
Salmon, ikan salem
Sarden

    Sardinella, lemuru dan tembang

Selar


    Selar bentong (Selar crumenophthalmus)
    Selar jalu-jalu (Selar boops)
    Selar kuning (Selaroides leptolepis)
    Selar batang (Alepes kleinii)
    Selar bulat (Alepes djedaba)
    Selar papan (Alepes vari)
    Selar ubur-ubur (Alepes melanoptera)
    Selar como (Atule mate)
    Selar tetengkek (Megalaspis cordyla)

Setuhuk, marlin; dan layaran

    Setuhuk biru, setuhuk loreng (Makaira mazara)
    Setuhuk hitam (Makaira indica)
    Setuhuk putih (Kajikia audax)
    Ikan tumbuk (Tetrapturus angustirostris)
    Jangilus, layaran indo-pasifik (Istiophorus platypterus)
    Layaran atlantik (Istiophorus albicans)
    Todak, ikan pedang (Xiphias gladius)

Tenggiri

    Tenggiri laki, tenggiri fajar (Acanthocybium solandri)
    Tenggiri melayu (Scomberomorus commerson)
    Tenggiri papan (Scomberomorus guttatus)

Ikan terbang
Terubuk
Teri

    Engraulis
    Stolephorus

Tongkol

    Tongkol abu-abu (Thunnus tonggol)
    Tongkol como (Euthynnus affinis)
    Tongkol krai (Auxis thazard)
    Tongkol lisong (Auxis rochei)

Tuna

    Cakalang (Katsuwonus pelamis)
    Madidihang, tuna sirip kuning (Thunnus albacares)
    Tatihu (Thunnus maccoyii)
    Tuna albakora (Thunnus alalunga)
    Tuna karasik (Thunnus karasicus)
    Tuna mata besar (Thunnus obesus)
    Tuna sirip-biru (Thunnus thynnus)
    Tuna sirip-biru pasifik (Thunnus orientalis)
    Tuna sirip-hitam (Thunnus atlanticus)

DAFTAR NAMA PULAU TERLENGKAP 34 PROVINSI DI INDONESIA

DAFTAR NAMA PULAU TERLENGKAP 34 PROVINSI DI INDONESIA , Langsung saja Sarang Pendidikan kali ini berbagi info mengenai segala hal yang berhubungan dengan ::

nama pulau terbesar di indonesia

Daftar lengkap nama pulau di seluruh Indonesia

pulau kecil di indonesia

30 pulau terkecil di indonesia

nama nama pulau di indonesia beserta ibukotanya

pulau-pulau

jumlah pulau di indonesia 2018/2019

pulau besar di indonesia


daftar nama pulau di Indonesia Terbaru

sebutkan pulau yang ada di negara indonesia

Sumatera
Aceh

Pulau Babi
Pulau Bangkaru
Pulau gajah
Pulau Kayee
Pulau Lasia
Pulau Nasi
Pulau Panyang
Pulau Pasi
Pulau Peunasue
Pulau Penasi
Pulau Raya
Pulau Reusam
Pulau Rondo
Pulau Rusa
Pulau Salaut Besar
Pulau Sembilan
Pulau Sembilan
Pulau Seumut
Pulau Simeulue
Pulau Simeuleu ceut
Pulau Tapah
Pulau Trumon
Pulau Tuangku
Pulau Tulo
Pulau Weh

Sumatera Utara

Pulau Bojo
Kepulauan Hinako
Pulau Musala
Pulau Nias
Pulau Pangururan
Pulau Pini
Pulau Tanabala
Pulau Tanahmasa
Pulau Telo
Pulau Samosir
Pulau Berhala
Pulau Pandang
Pulau Salahnama
Pulau Situngkus

Sumatera Barat

Pulau Karangmanjat
Pulau Masokut
Pulau Pagai Selatan
Pulau Pagai Utara
Pulau Sandin
Pulau Siberut
Pulau Siduamata
Pulau Tinopo
Pulau Angso Duo
Pulau Pisang
Pulau Pandan

Riau

Pulau Alang Besar
Pulau Basu
Pulau Bengkalis
Pulau Batu Mandi
Pulau Burung
Pulau Kundur
Pulau Kijang
Pulau Padang
Pulau Panjang
Pulau Penjalai
Pulau Rangsang
Pulau Rupat
Pulau Jemur
Pulau Tebing Tinggi
Pulau Tiga
Pulau Topang
Pulau Nyiur
Pulau Merbau
Pulau Mendol
Pulau Mas
Pulau Sinaboi
pulau semakau

Jambi

Pulau Berhal

Sumatera Selatan

Pulau Kemaro[1]
Pulau Maspari[2]

Bengkulu

Pulau Enggano
Pulau Mega
Pulau Merbau Bengkulu
Pulau Satu
Pulau Dua
Pulau Bangkai
Pulau Dua Satu
Pulau Tapak Bali
Pulau Arifin
Pulau Tikus Bengkulu

Lampung

Pulau Anak Krakatau
Pulau Batu Kauseng
Pulau Batu Kecil
Pulau Batu Legundi
Pulau Batu Legundi Balak
Pulau Batu Merah
Pulau Batukerbau
Pulau Batumandi
Pulau Batu Mandi Bakauheni
Pulau Legundi
Pulau Panjang
Pulau Pasaran
Pulau Rakata
Pulau Rakata Kecil
Pulau Sebesi
Pulau Sebuku
Pulau Sertung
Pulau Tabuan
Pulau Kelagian
Pulau kiluan

Kepulauan Bangka Belitung

Pulau Aur
Pulau Babi, Bangka Belitung
Pulau Bakau
Pulau Bangka
Pulau Belitung
Pulau Gersik
Pulau Kalangbau
Pulau Kelemar
Pulau Kuil
Pulau Lapar
Pulau Nasik
Pulau Panjang
Pulau Pongok
Pulau Semujur
Pulau Tujuh
Pulau Nangka
Pulau Ketawai
Pulau Gusung Asam
Pulau Mendanau
Pulau Memperak
Pulau Buku Limau
Pulau Nado
Pulau Lengkuas

Kepulauan Riau

Kepulauan Anambas
Kepulauan Badas
Kepulauan Karimun
Kepulauan Lingga
Kepulauan Natuna
Kepulauan Natuna Besar
Kepulauan Natuna Selatan
Kepulauan Riau
Kepulauan Tambelan
Pulau Abang Besar
Pulau Abang
Pulau Bakong atau Pulau Bakung
Pulau Basing
Pulau Batam
Pulau Batang
Pulau Batu Berhanti
Pulau Bawah
Pulau Bayan
Pulau Belakang Padang
Pulau Belat
Pulau Benuwa atau Pulau Benua
Pulau Bintan
Pulau Buaya
Pulau Bugi
Pulau Bulan
Pulau Bunguran
Pulau Buru
Pulau Combol
Pulau Damar
Pulau Dedap
Pulau Dendun
Pulau Dompak
Pulau Galang
Pulau Gin Besar
Pulau Gin Kecil
Pulau Iyu Kecil
Pulau Jemaja
Pulau Karimun Kecil atau Pulau Anak Karimun
Pulau Karimun
Pulau Kelapa Jernih
Pulau Kepala
Pulau Kundur
Pulau Lagong
Pulau Lalang
Pulau Laut
Pulau Lingga
Pulau Los
Pulau Mangkai
Pulau Mapor
Pulau Matak
Pulau Mendarik
Pulau Mengkait
Pulau Mesawak
Pulau Midai
Pulau Mubur
Pulau Mubut
Pulau Murih
Pulau Nanas
Pulau Nguan
Pulau Nipa atau Pulau Nipah
Pulau Nongsa
Pulau Numbing
Pulau Paku
Pulau Panjang
Pulau Papan
Pulau Parit
Pulau Pejantan
Pulau Pelampong
Pulau Pemping
Pulau Pengalap
Pulau Pengibu
Pulau Pengujan
Pulau Penuba
Pulau Penyabung
Pulau Penyengat
Pulau Petong
Pulau Pinang Seribu
Pulau Posik
Pulau Propos
Pulau Raiba
Pulau Rempang
Pulau Sambu
Pulau Sebangka
Pulau Sebetul
Pulau Sekatung
Pulau Semakau
Pulau Semiun
Pulau Sentut
Pulau Senua
Pulau Sepintu
Pulau Serak
Pulau Serasa
Pulau Siantan
Pulau Singkep
Pulau Sore
Pulau Subi besar
Pulau Subi Kecil
Pulau Subi
Pulau Tambelan Besar
Pulau Tarempa atau Pulau Tarempah
Pulau Temiyang atau Pulau Temiang
Pulau Terkulai
Pulau Timau
Pulau Tokong Belayar
Pulau Tokong Iyu
Pulau Tokong Malang Biru
Pulau Tokong Nanas
Pulau Tokong Piramida
Pulau Tokongboro
Pulau Uwi


Jawa

DKI Jakarta
Pulau Air
Pulau Ayer Besar
Pulau Belanda
Pulau Biawak
Pulau Bidadari
Pulau Bira Kecil
Pulau Bira
Pulau Bokor
Pulau Bulat
Pulau Bundar
Pulau Burung
Pulau Cina
Pulau Cipir
Pulau Damar Besar
Pulau Damar Kecil
Pulau Dua Barat
Pulau Dua Timur
Pulau Genteng Besar
Pulau Genteng Kecil
Pulau Godustinggi
Pulau Gosongpabelokan
Pulau Gosongpandan
Pulau Gosongpramuka
Pulau Gosongrengat
Pulau Harapan
Pulau Jagung
Pulau Jukung
Pulau Kaliage Besar
Pulau Kaliage Kecil
Pulau Kapas
Pulau karangberas Kecil
Pulau Karangberas
Pulau Karangbongkok
Pulau Karangcongkak
Pulau Karangkudus Barat
Pulau Karangkudus
Pulau Karya
Pulau Kayu Angin Bira
Pulau Kayuangin Genteng
Pulau Kayuangin Melintang
Pulau Kayuangin Putri
Pulau Kelapa
Pulau kelapadua
Pulau Kelor Barat
Pulau Kelor Timur
Pulau Kelor
Pulau Kongsi
Pulau Kotok Besar
Pulau Kotok Kecil
Pulau Kuburancina
Pulau Kuduslempeng
Pulau Laga
Pulau Laki
Pulau Lancang Besar
Pulau Lancang Kecil
Pulau Lipan
Pulau Macan Kecil
Pulau Matahari
Pulau Matahari
Pulau Melinjo
Pulau Melintang Besar
Pulau Melintang Kecil
Pulau Nyamplung
Pulau Nyamuk Kecil
Pulau Onrus
Pulau Opak Besar
Pulau Opak Kecil
Pulau Pabelokan
Pulau Panggang
Pulau Panjang Atas
Pulau Panjang Besar
Pulau Panjang Kecil
Pulau Pantara Barat
Pulau Pantara Timur
Pulau Pari
Pulau Payung Besar
Pulau Payung Kecil
Pulau Pelangi
Pulau Pemagaran
Pulau Peniki
Pulau Penjaliran Barat
Pulau Penjaliran Timur
Pulau Perak
Pulau Peteloran barat
Pulau Peteloran Timur
Pulau Pondokdayung
Pulau Pramuka
Pulau Putri Barat
Pulau Putri
Pulau Putrigundul
Pulau Rambut
Pulau Rengit
Pulau Saktu
Pulau Sebaru Besar
Pulau Sebaru Kecil
Pulau Sekati
Pulau Semakdaun
Pulau Semut Atas
Pulau Semut Bawah
Pulau Semut Kecil]
Pulau Sepa Barat
Pulau Sepa Timur
Pulau Tengah
Pulau Tidung Besar
Pulau Tidung Kecil
Pulau Tikus
Pulau Tondan Timur
Pulau Tongkeng
Pulau Untungjawa
Pulau Yu Besar
Pulau Yu Kecil

Jawa Barat

Pulau Balekambang
Pulau Batukolotok
Pulau Batununggul
Pulau Batupayung
Pulau Batupayung Leutik
Pulau Biawak
Pulau Candikian
Pulau Gosongtengah
Pulau Gotor
Pulau Karangganjor
Pulau Karanghantu
Pulau Karangkakapak
Pulau Kunti
Pulau Mandra
Pulau Manggar
Pulau Manuk
Pulau Nusamanuk
Pulau Sebrotan
Pulau Sodonggede

Jawa Tengah

Pulau Batu
Pulau Bengkoang
Pulau Burung
Pulau Cemara Kecil
Pulau Cemoro Besar
Pulau Cemoro Kecil
Pulau Cendekian
Pulau Cilik
Pulau Gede
Pulau Geleang
Pulau Genting
Pulau Gundul
Pulau Karimunjawa
Pulau Katang
Pulau Kembar
Pulau Kemujan
Pulau Krakal Besar
Pulau Krakal Kecil
Pulau Kumbang
Pulau Marongan
Pulau Menjangan Besar
Pulau Menjangan Kecil
Pulau Menyawakan
Pulau Mondoliko
Pulau Mrico
Pulau Nusakambangan
Pulau Nyamuk
Pulau Panjang
Pulau Parang
Pulau Sambangan
Pulau Seruni
Pulau Sintok
Pulau Sualan
Pulau Tengah

Daerah Istimewa Yogyakarta

Pulau Amben
Pulau Baron
Pulau Drini
Pulau Godeg
Pulau Gununggandul
Pulau Gunungsemar
Pulau Jumpino
Pulau Jungwok
Pulau Kalong
Pulau Krokoh
Pulau Lawang
Pulau Layar
Pulau Ngondo
Pulau Ngrawe
Pulau Ngusalan
Pulau Payung
Pulau Timang
Pulau Watubebek
Pulau Watukapal
Pulau Watulawang
Pulau Watunganten Lor
Pulau Watunglambor
Pulau Watupanjang
Pulau Watupayung Siratan
Pulau Watupayung Siung
Pulau Watutogog
Pulau Watutopi

Jawa Timur

Pulau Airbatu
Pulau Aloan
Pulau Ampel
Pulau Anak Sosari
Pulau Anak Tamengan
Pulau Anakan
Pulau Anakcigar
Pulau Angkrang
Pulau Araan
Pulau Babatan
Pulau Bade
Pulau Bagong
Pulau Bagong Satu
Pulau Bakung
Pulau Bandealit
Pulau Bangkau
Pulau Bangkong Kecil
Pulau Bangkong Kulon
Pulau Bangkong Wetan
Pulau Banyu Tarung
Pulau Banyunglerep
Pulau Banyutarung
Pulau Bathok
Pulau Batuapi
Pulau Batukebo
Pulau Batuleter
Pulau Batupayung
Pulau Bawean
Pulau Bedil
Pulau Bedil Kecil
Pulau Bengkung
Pulau Bercak
Pulau Bindanan
Pulau Birangbirang
Pulau Blindis
Pulau Bokor Dua
Pulau Bokor Satu
Pulau Bondol
Pulau Boom
Pulau Boyolangu
Pulau Brenggolo
Pulau Bujareng
Pulau Bungin Tengah
Pulau Bunginyarat
Pulau Bunteng
Pulau Celeng
Pulau Cengger Kulon
Pulau Cengger Wetan
Pulau Ceregek
Pulau Cibbao
Pulau Cigar
Pulau Cilik
Pulau Cina
Pulau Clungup
Pulau Cungcung
Pulau Dali
Pulau Dandangdangdang
Pulau Daru
Pulau Dem
Pulau Depade
Pulau Doro
Pulau Dukoh Besar
Pulau Dukuh Kecil
Pulau Endasbajul
Pulau Gadung
Pulau Galang
Pulau Gampar
Pulau Gede
Pulau Gedebok
Pulau Gelirang
Pulau Genthong
Pulau Gilen
Pulau Gili
Pulau Giliduak
Pulau Giligenting
Pulau Gililawak
Pulau Gilinoko
Pulau Gilipandan
Pulau Giliraja
Pulau Giliyang
Pulau Giligili
Pulau Giliketapang
Pulau Gilingan
Pulau Glatik
Pulau Glatik Dua
Pulau Glinding
Pulau Glodakan
Pulau Goacina
Pulau Godo
Pulau Godocilik
Pulau Golong
Pulau Gombal
Pulau Guagua
Pulau Gunungalit
Pulau Gununggede
Pulau Gunungkombang
Pulau Gununglabu
Pulau Gununglanang
Pulau Gunungmanuk
Pulau Gunungpegat
Pulau Gunungsukmoilang
Pulau Hanoman
Pulau Ismoyo
Pulau Jangkung
Pulau Jantur
Pulau Jaran
Pulau Jewuwur
Pulau Junggring Saluko
Pulau Kajang
Pulau Kaji Kidul
Pulau Kaji Lor
Pulau Kaloangan
Pulau Kalong
Pulau Kalong Cilik
Pulau Kalongan
Pulau Kalongan Cilik
Pulau Kalosot
Pulau Kamarong
Pulau Kambing
Pulau Kamudi
Pulau Kangean
Pulau Kapulogo
Pulau Karamian
Pulau Karang
Pulau Karang Selatan
Pulau Karang Utara
Pulau Karangan
Pulau Karangbila
Pulau Karanggemer
Pulau Karangkecil Dua
Pulau Karangkecil Satu
Pulau Karangmalang
Pulau Karangmas
Pulau Karangmas Dua
Pulau Karangmas Empat
Pulau Karangmas Satu
Pulau Karangmas Tiga
Pulau Karangnongko
Pulau Karangpegat
Pulau Karasan
Pulau Karenteng
Pulau Kates
Pulau Kedung
Pulau Kelabang
Pulau Kembar Dua
Pulau Kembar Satu
Pulau Kempong
Pulau Keranjang
Pulau Kerinci
Pulau Kerincing
Pulau Kisut
Pulau Klepek
Pulau Klompok Kidul
Pulau Klompok Lor
Pulau Kodok
Pulau Kodok Cilik
Pulau Kodok Gede
Pulau Komirian
Pulau Konyelan
Pulau Krangkoma
Pulau Krucut
Pulau Kucir
Pulau Kunyit
Pulau Kuyon
Pulau Laedi
Pulau Lapak
Pulau Lawang
Pulau Layar
Pulau Layar Kecil
Pulau Leminti
Pulau Lumbung
Pulau Lutung
Pulau Macan
Pulau Maegangan
Pulau Malang
Pulau Malang Dua
Pulau Malang Satu
Pulau Malelangan
Pulau Mamburit
Pulau Mandangin
Pulau Manok
Pulau Manuk
Pulau Manukan
Pulau Manyar
Pulau Masakambing
Pulau Masalembu
Pulau Mbatang
Pulau Melengkung
Pulau Menjangan
Pulau Meongan
Pulau Merah
Pulau Meru
Pulau Merubetiri
Pulau Minggir
Pulau Moronan
Pulau Mrutu Besar
Pulau Mrutu Kecil
Pulau Mustaka
Pulau Mustaka Kecil
Pulau Ngekel
Pulau Ngglobyor
Pulau Ngrembeng
Pulau Noko
Pulau Nusa
Pulau Nusabarong
Pulau Nyampur
Pulau Nyonya
Pulau Nyonya Dua
Pulau Nyonya Satu
Pulau Nyonya Tiga
Pulau Pager
Pulau Pagerungan Besar
Pulau Pagerungan Kecil
Pulau Paliat
Pulau Pandanan Barat
Pulau Pandanan Selatan
Pulau Pandanan Timur
Pulau Pangapos
Pulau Pangapos Raje
Pulau Pangas
Pulau Panikan
Pulau Panji
Pulau Parangjahe
Pulau Parengan
Pulau Pasirpanjang
Pulau Pasirputih
Pulau Pat Ji
Pulau Pat Lu
Pulau Pat Pat
Pulau Pat Ro
Pulau Pawon Kulon
Pulau Pawon Tengah
Pulau Pawon Wetan
Pulau Pawonan
Pulau Payangan
Pulau Payung
Pulau Peang Langka
Pulau Pehpulo
Pulau Penyon
Pulau Percak
Pulau Percak Kulon
Pulau Percak Tengah
Pulau Percak Wetan
Pulau Perengguk
Pulau Pindana
Pulau Piropok
Pulau Pitu
Pulau Poteran
Pulau Pranti
Pulau Prenjono
Pulau Prenjono Kulon
Pulau Prenjono Wetan
Pulau Pukding
Pulau Ra'as
Pulau Rante
Pulau Reges
Pulau Rondo
Pulau Rowogedang
Pulau Sabiteng
Pulau Sabunten
Pulau Sadulang Besar
Pulau Sadulang Kecil
Pulau Saebus
Pulau Sagentoh
Pulau Sakala
Pulau Saketek
Pulau Sako
Pulau Sakobing
Pulau Sakotok
Pulau Salaoge
Pulau Salaor
Pulau Salaor Dua
Pulau Salarangan
Pulau Salubar
Pulau Santen
Pulau Saobi
Pulau Sapapan
Pulau Sapares
Pulau Sapeken
Pulau Sapinggan
Pulau Sapudi
Pulau Sarang
Pulau Saredeng Besar
Pulau Saredeng Kecil
Pulau Sarok
Pulau Sasah
Pulau Saseel
Pulau Saular
Pulau Saur
Pulau Segunung
Pulau Seketeng
Pulau Seketeng Alit
Pulau Selayar
Pulau Seling
Pulau Selolajer Kulon
Pulau Selolajer Wetan
Pulau Seluguk
Pulau Semar
Pulau Sempu
Pulau Semut
Pulau Sepangkur Besar
Pulau Sepangkur Kecil
Pulau Sepanjang
Pulau Serahu
Pulau Seroyo
Pulau Setigi
Pulau Siklopo
Pulau Simun
Pulau Singo
Pulau Sini Cilik
Pulau Sini Gede
Pulau Sirap
Pulau Sitabok
Pulau Sitangis
Pulau Siupas
Pulau Socce
Pulau Solimo
Pulau Solimo Kulon
Pulau Solimo Lor
Pulau Solimo Tengah
Pulau Solimo Wetan
Pulau Somang
Pulau Songkalong
Pulau Sosari
Pulau Sruwi
Pulau Sruwicil
Pulau Sukamade
Pulau Suleh
Pulau Sumenggung
Pulau Sumenggung Barat
Pulau Sumenggung Tengah
Pulau Sumenggung Timur
Pulau Sunglon
Pulau Taboklinto
Pulau Tabokraba
Pulau Tabuan
Pulau Talaga
Pulau Talango Aeng
Pulau Talango Tengah
Pulau Talango Timur
Pulau Talengkis Besar
Pulau Talengkis Kecil
Pulau Tales
Pulau Tamengan
Pulau Tangio
Pulau Tangis
Pulau Tanjungalangalang
Pulau Tanjungbengkok
Pulau Tanjungjongkong Kulon
Pulau Tanjungjongkong Wetan
Pulau Tanjungkembang
Pulau Tanjungmanuk
Pulau Tanjungmotor Dua
Pulau Tanjungmotor Satu
Pulau Tanjungndek
Pulau Tanjungpelalang
Pulau Tanjungtogotogo Dua
Pulau Tanjungtogotogo Satu
Pulau Tarajje
Pulau Tarunggu Besar
Pulau Tarunggu Kecil
Pulau Teang
Pulau Teang Kidul
Pulau Teang Lor
Pulau Teledek
Pulau Tembing Macan
Pulau Tenger
Pulau Timunan
Pulau Tingkarah Besar
Pulau Tingkarah Kecil
Pulau Tobo Agoh
Pulau Tobotobo Dua
Pulau Tobotobu
Pulau Togotogo
Pulau Tolik
Pulau Tonduk
Pulau Tumpeng Cilik
Pulau Tumpeng Gede
Pulau Wakul
Pulau Watupayung Kecil
Pulau Watupayung Selatan
Pulau Watupayung Tengah
Pulau Watupayung Utara
Pulau Watuanjir Gebang
Pulau Watuanjir Tenggas
Pulau Watubolong Dua
Pulau Watubolong Satu
Pulau Watubolong Tiga
Pulau Watubuto
Pulau Watuceting
Pulau Watudukun
Pulau Watugrejo Cilik
Pulau Watugrejo Gede
Pulau Watugundul
Pulau Watujamur
Pulau Watujaran
Pulau Watukadal
Pulau Watukapal
Pulau Watukarung
Pulau Watulajer
Pulau Watulayar
Pulau Watulemper
Pulau Watulobang
Pulau Watumurep
Pulau Watungampiran
Pulau Watupayung
Pulau Watuprau
Pulau Waturai
Pulau Wayang
Pulau Wedhiciut
Pulau Wedhiombo
Pulau Weru
Pulau Wisanggeni

Banten

Pulau Badul
Pulau Batuasin
Pulau Batuputih
Pulau Batuqur'an
Pulau Betingan
Pulau Boboko
Pulau Cikantung
Pulau Deli
Pulau Handeuleum Tengah
Pulau Handeuleum
Pulau Kabuyutan
Pulau Kali Selatan
Pulau Kali Utara
Pulau Karangbidur
Pulau Karangbokor
Pulau Karangcareuh
Pulau Karangcawene
Pulau Karangcikalapa Beureum
Pulau Karangcopong Besar
Pulau Karangcopong Kecil
Pulau Karangeurih
Pulau Karangewoh
Pulau Karanggunungpayung
Pulau Karangjajar
Pulau Karangmalang
Pulau Karangmasigit
Pulau Karangpabayang
Pulau Karangparejakah
Pulau Karangtikukur Kecil
Pulau Karangtikukur
Pulau Kemanisan
Pulau Kubur
Pulau Lima
Pulau Liwungan
Pulau Mangir
Pulau Manuk
Pulau Merak Besar
Pulau Merak Kecil
Pulau Oar
Pulau Pamanggangan
Pulau Pamujan Besar
Pulau Pamujan Kecil
Pulau Panaitan
Pulau Panjang
Pulau Peucang
Pulau Pinangkecing
Pulau Pisang
Pulau Plorida
Pulau Popole
Pulau Salira
Pulau Sangiang
Pulau Semut
Pulau Tanjunglayar
Pulau Tarahan
Pulau Tempurung
Pulau Tinjil
Pulau Tunda
Pulau Ular
Pulau Umang
Pulau Waton


Nusa Tenggara

Bali

Pulau Bali
Pulau Batulumbung
Nusa Besar
Gili Biaha
The Brothers
Nusa Ceningan
Nusa Lembaogan
Pulau Nusadua
Pulau Nusa Penida
Pulau Serangan
Gili Tepekong

Nusa Tenggara Barat

Pulau Burung
Pulau Dangar-besar
Pulau Dompo
Pulau Ganteng
Pulau Giri Banta
Pulau Kelapa
Pulau Liong atau Pulau Liang
Pulau Lombok
Pulau Medang
Pulau Moyo atau Pulau Mojo
Pulau Ngali
Pulau Panjang
Pulau Pelandan
Pulau Rakit atau Pulau Raki
Pulau Sangeang
Pulau Satonda
Pulau Sumbawa
Pulau Tengar
Taikabo

Nusa Tenggara Timur

Pulau Adonara
Pulau Alor
Pulau Babi, Flores
Pulau Besar
Pulau Bidadari
Pulau Ende
Pulau Flores
Pulau Komodo
Pulau Lombien (Pulau Lembata)
Pulau Mules
Pulau Ndana
Pulau Pakse
Pulau Palue
Pulau Pamana
Pulau Pamana Besar
Pulau Pantar
Pulau Rinca
Pulau Rote
Pulau Semau
Pulau Sawu
Pulau Solor
Pulau Sumba
Pulau Timor
Pulau Petrus


Maluku

Pulau Ambelau
Pulau Ambon
Pulau Boana
Pulau Buru
Pulau Damar
Pulau Geser
Pulau Haruk
Kepulauan Aru
Pulau Enu
Pulau Jin
Pulau Kobror
Pulau Kola
Pulau Maikoor
Pulau Penambulan
Pulau Penjuring
Pulau Ujir
Kepulauan Babar
Pulau Babar
Pulau Dai
Pulau Marsela
Pulau Wetan
Kepulauan Banda
Pulau Ai
Pulau Banda
Pulau Run
Kepulauan Kai
Pulau Kai Besar
Pulau Kai Kecil
Kepulauan Leti
Pulau Lakor
Pulau Leti
Pulau Moa
Kepulauan Tanimbar
Pulau Fordate
Pulau Larat
Pulau Molu
Pulau Nuswotar
Pulau Selaru
Pulau Selur
Pulau Sera
Pulau Wuliaru
Pulau Yamdena
Kepulauan Seram laut
Pulau Gorong
Pulau Manawoka
Pulau Panjang
Kepulauan Sermata
Pulau Kapala
Pulau Luang
Pulau Sermata
Kepulauan Tayandu
Pulau Kaimeer
Pulau Kur
Pulau Walir
Kepulauan Watubela
Pulau Kasiui
Pulau Tioor
Pulau Kisar
Pulau Liran
Pulau Manipa
Pulau Manuk
Pulau Moaror
Pulau Panjang
Pulau Romang
Pulau Seram
Pulau Serua
Pulau Terbang Selatan
Pulau Terbang Utara
Pulau Safa Renyut
Pulau Wetar

Maluku Utara

Kepulauan Aru
Pulau Bisa
Kepulauan Babar
Pulau Bacan
Pulau Dagasuli
Pulau Dai
Pulau Damar
Pulau Failonga
Pulau Gebe
Pulau Halmahera
Pulau Hasil
Pulau Hiri
Pulau Inggelang
Pulau Jarongan
Pulau Kahatola
Pulau Kasiruta
Pulau Kayoa
Kepulauan Leti
Pulau Lifamatola
Pulau Makian
Pulau Malamala
Pulau Mandioli
Pulau Mangole
Pulau Mare
Pulau Maitara
Pulau Moti
Pulau Morotai
Pulau Muar
Pulau Muara
Kepulauan Obi
Pulau Obilatu
Pulau Pisang
Pulau Sanana
Pulau Saparua
Pulau Sayafi
Pulau Seram
Kepulauan Sula
Pulau Taliabo
Pulau Tanet
Kepulauan Tanimbar
Pulau Tapat
Pulau Ternate
Pulau Tidore
Pulau Tubalai
Pulau Uta


Kalimantan

Kalimantan Barat

Pulau Aur Besar
Pulau Aur Kecil
Pulau Ayer
Pulau Babi
Pulau Bagu
Pulau Bakau
Pulau Bakung Besar
Pulau Bakung Kecil
Pulau Baru
Pulau Batulayang
Pulau Batumeregung
Pulau Batupayung
Pulau Bawal
Pulau Begunung
Pulau Belacan
Pulau Belumbak Besar
Pulau Belumbak Kecil
Pulau Belungai
Pulau Benuang
Pulau Berembang
Pulau Besi
Pulau Betingtengah
Pulau Bidara
Pulau Bintangtimur
Pulau Blian
Pulau Buan
Pulau Bulat Dua
Pulau Bulat Satu
Pulau Buluh Besar
Pulau Buluh Kecil
Pulau Bumin
Pulau Bungin
Pulau Buntutlimbung
Pulau Bunyau
Pulau Burung Besar
Pulau Burung Kecil
Pulau Busung
Pulau Cebe
Pulau Cempedak Dua
Pulau Cempedak Satu
Pulau Cempede
Pulau Cermin
Pulau Dabong
Pulau Dato
Pulau Datok
Pulau Dua Barat
Pulau Dua Besar
Pulau Dua Kecil
Pulau Dua Timur
Pulau Dua Tokong
Pulau Gambar
Pulau Gelam
Pulau Gelanggang
Pulau Genteng
Pulau Genting
Pulau Gresik
Pulau Gurun Besar
Pulau Gurun Kecil
Pulau Hantu
Pulau Hanyut
Pulau Iras
Pulau Jambat Besar
Pulau Jambat Kecil
Pulau Jambu
Pulau Juante
Pulau Julai
Pulau Kabung
Pulau Kalap Tokong
Pulau Kapak
Pulau Kapuak
Pulau Karimata
Pulau Karimata Tua
Pulau Katung
Pulau Kelapa
Pulau Kelawar
Pulau Kelawar Tokong
Pulau Kepayang
Pulau Kepayang Tokong
Pulau Kera
Pulau Keranji
Pulau Kerengga
Pulau Koca
Pulau Korok
Pulau Krawang
Pulau Kucing
Pulau Kurnia
Pulau Lagan
Pulau Lalang
Pulau Langau
Pulau Langir
Pulau Layah Besar
Pulau Layah Kecil
Pulau Leman
Pulau Lemanbudi
Pulau Lemanlalang
Pulau Lemanpaku
Pulau Lemansarang
Pulau Lemantokong
Pulau Lemanujung
Pulau Lemukutan
Pulau Limbung
Pulau Lintang
Pulau Lising
Pulau Lising Dua Tokong
Pulau Lising Empat Tokong
Pulau Lising Enam Tokong
Pulau Lising Lima Tokong
Pulau Lising Satu Tokong
Pulau Lising Tiga Tokong
Pulau Lukutkera
Pulau Lutung Dua
Pulau Lutung Satu
Pulau Macan
Pulau Malangnek
Pulau Malangpinggan
Pulau Malangrukuk
Pulau Mangkup
Pulau Manjin
Pulau Mastiga Darat
Pulau Mastiga Laut
Pulau Maya
Pulau Meledang
Pulau Mengkudu Tukong
Pulau Mensigi
Pulau Mensikur
Pulau Mentangor
Pulau Meresak
Pulau Minyak
Pulau Muarakubu
Pulau Munggu'linang
Pulau Nanas
Pulau Nenas
Pulau Nibung
Pulau Nyamuk
Pulau Padangtikar
Pulau Pakawal
Pulau Pandan Besar
Pulau Pandan Kecil
Pulau Pandan Tokong
Pulau Panjang
Pulau Papan
Pulau Payung
Pulau Pelapisairmasin
Pulau Pelapisgenting
Pulau Pelapistiangbalai
Pulau Pelintu
Pulau Pelombak
Pulau Pelubang
Pulau Penambun
Pulau Penangis
Pulau Penatah Besar
Pulau Penatah Kecil
Pulau Pendamaran
Pulau Penebang
Pulau Penibung
Pulau Perangin Tokong
Pulau Perantun
Pulau Perling
Pulau Pikah
Pulau Pontianak
Pulau Pulaibuntung
Pulau Randayan
Pulau Rusa Dua
Pulau Rusa Satu
Pulau Salahnama
Pulau Sanggul
Pulau Sawi Besar
Pulau Sawi Kecil
Pulau Sejenuairtawar
Pulau Sekancil
Pulau Selatsih
Pulau Selimpai
Pulau Seluas
Pulau Semesak
Pulau Sempadi Besar
Pulau Sempadi Kecil
Pulau Sempadi Laut
Pulau Sentigi
Pulau Separoh
Pulau Sepokkeladi
Pulau Sepoklaut
Pulau Sepokperupuk
Pulau Serutu
Pulau Setinjang
Pulau Simping
Pulau Sireh
Pulau Sireh Tokong
Pulau Suka
Pulau Sumur
Pulau Surunggading
Pulau Tanahmerah
Pulau Tanjungsaleh
Pulau Tanjungsapi
Pulau Tating
Pulau Tawas
Pulau Tayan
Pulau Telokair dua
Pulau Telokair satu
Pulau Telokair tiga
Pulau Telukbayur
Pulau Telukperiyuh
Pulau Temajo
Pulau Tempurung
Pulau Tenggaramandi
Pulau Tiga
Pulau TN 1
Pulau Trusanhaji
Pulau Tua
Pulau Tuntang
Pulau Ular
Pulau Uma
Pulau Upeh

Kalimantan Tengah

Pulau Bagantung
Pulau Bangkuang
Pulau Baru
Pulau Batubuaya
Pulau Batumandi
Pulau Batutungku
Pulau Bengaris
Pulau Berangas
Pulau Berangas Kurik
Pulau Besiam
Pulau Besiam Kurik
Pulau Burung
Pulau Damar
Pulau Gani
Pulau Hampapak
Pulau Hanaut
Pulau Hanibung
Pulau Hantasanbabai
Pulau Hantu
Pulau Hilirbabai
Pulau Huluasam
Pulau Hulubabai
Pulau Kaja
Pulau Kaladan
Pulau Kamapit
Pulau Kanamit
Pulau Keramat
Pulau Ketapang
Pulau Klaru
Pulau Kudung
Pulau Kupang
Pulau Lampahen
Pulau Landabung
Pulau Lapetan
Pulau Lepeh
Pulau Mambulau
Pulau Mintin Besar
Pulau Mintin Kecil
Pulau Nusatambing
Pulau Palabangan
Pulau Papu
Pulau Pari
Pulau Rambai
Pulau Roko
Pulau Rokok Selat
Pulau Rungun
Pulau Sampiding
Pulau Samudra
Pulau Santilik Ha'i
Pulau Santilik Kurik
Pulau Sekodor
Pulau Selatbaru
Pulau Takapan
Pulau Tampijak
Pulau Tangguk
Pulau Tanjungjawa
Pulau Telu
Pulau Telu Bentok
Pulau Telu Hai
Pulau Telu Kurik
Pulau Tewangkampong
Pulau Tikus
Pulau Tuwung

Kalimantan Selatan

Pulau Anak Payungpayungan
Pulau Anak Suwangi
Pulau Anyar
Pulau Anyar Hilir
Pulau Asam
Pulau Aur (Kalimantan Selatan)
Pulau Bahu
Pulau Bakut
Pulau Bale
Pulau Balipat
Pulau Barunak
Pulau Basar
Pulau Basarbalawang
Pulau Basardamang
Pulau Basarkapal
Pulau Basarpandan
Pulau Basarsawar
Pulau Batu Barat
Pulau Batu Tengah
Pulau Batuadang Selatan
Pulau Batuadang Utara
Pulau Batubejanggut
Pulau Batulima Darat
Pulau Batulima Selatan
Pulau Batulima Tengah
Pulau Batulima Timur
Pulau Batulima Utara
Pulau Bidan Sulangkajan
Pulau Bini Bungkukan
Pulau Bini Cantung
Pulau Birahbirahan
Pulau Biru
Pulau Bromo
Pulau Buroto
Pulau Burung
Pulau Burung Besar
Pulau Burung Kecil
Pulau Burung Kelumpang
Pulau Cinta
Pulau Condong
Pulau Curiak
Pulau Danauwan
Pulau Dare
Pulau Datu
Pulau Dupa
Pulau Gambang
Pulau Gunungtulangan
Pulau Hajar
Pulau Halaban
Pulau Halaban Kecil
Pulau Halangmelingkau
Pulau Haliling
Pulau Hantu
Pulau Haur
Pulau Janda
Pulau Jangking
Pulau Jaring
Pulau Jurung
Pulau Kacang
Pulau Kaget
Pulau Kalambau
Pulau Kaliamun
Pulau Kaluang
Pulau Kaminting
Pulau Kapak Besar
Pulau Kapak Kecil
Pulau Karajaan
Pulau Karangan
Pulau Kembang
Pulau Kerasian
Pulau Kerawang
Pulau Kersikhitam
Pulau Kerumputan
Pulau Kunyit
Pulau Kunyit Matasirih
Pulau Laki Bungkukan
Pulau Laki Cantung
Pulau Langadai
Pulau Laut
Pulau Mangkuk
Pulau Manti
Pulau Marabatuan
Pulau Maradapan
Pulau Maraeng
Pulau Matasirih
Pulau Merdeka
Pulau Nangka Besar
Pulau Nangka Kecil
Pulau Ondong
Pulau Pagat
Pulau Palaburan
Pulau Pamalikan
Pulau Pandangpandangan
Pulau Parak
Pulau Pardamaian Besar
Pulau Pardamaian Kecil
Pulau Payungpayungan
Pulau Rambai
Pulau Raukan Besar
Pulau Raukan Kecil
Pulau Sambargalang
Pulau Sambergelap
Pulau Samut
Pulau Santimunan Dalam
Pulau Santimunan Luar
Pulau Sarang
Pulau Sari
Pulau Sawah
Pulau Sebuku
Pulau Sepakat
Pulau Sepisau
Pulau Serudung
Pulau Sungaidua
Pulau Sungaihalangan
Pulau Sungaihambar
Pulau Sungaikerapu
Pulau Sungainibung
Pulau Sungaipuayan
Pulau Suren
Pulau Suwangi
Pulau Tabuan
Pulau Tajak
Pulau Tampakan
Pulau Tanahmerah
Pulau Tarusan
Pulau Tempurung
Pulau Tepianmataja
Pulau Terusan Tengah
Pulau Titipan Indah
Pulau Tiwadak
Pulau Tokong
Pulau Tugu

Kalimantan Timur

Pulau Abas
Pulau Agaragar
Pulau Agis
Pulau Aji
Pulau Andongabu
Pulau Antal
Pulau Apaspayau
Pulau Babanir Baru
Pulau Babi
Pulau Badakbadak
Pulau Badakbadak Barat
Pulau Badakbadak Timur
Pulau Bajau
Pulau Bakungan Diki
Pulau Bakungan Hea
Pulau Balambangan
Pulau Balang
Pulau Balikkukup
Pulau Bangau
Pulau Bangkai
Pulau Banjang
Pulau Bansik
Pulau Bara
Pulau Bara Selatan
Pulau Barasan
Pulau Baru
Pulau Baru Dua
Pulau Baru Ilir
Pulau Baru Lumot
Pulau Baru Satu
Pulau Baru Ulu
Pulau Batok
Pulau Batukapal
Pulau Batupayau
Pulau Belian
Pulau Belipot
Pulau Belipot Kecil
Pulau Belipot Tengah
Pulau Benawa Besar
Pulau Benawa Kecil
Pulau Berai
Pulau Berasbasah
Pulau Berau
Pulau Berukang
Pulau Berunai
Pulau Besar
Pulau Besing
Pulau Bilangbilangan
Pulau Bilung
Pulau Bingkar
Pulau Birahbirahan
Pulau Bonggong Besar
Pulau Bonggong Kecil
Pulau Buka
Pulau Bukuan
Pulau Bulanbulan
Pulau Bulingisan
Pulau Buluhperindu
Pulau Bunglalang
Pulau Buntu
Pulau Bunyu
Pulau Burung
Pulau Buyu
Pulau Cangkir
Pulau Cempa
Pulau Cermin
Pulau Cermin Kecil
Pulau Cerocok
Pulau Cincin Selatan
Pulau Cincin Utara
Pulau Cok
Pulau Datu
Pulau Datuk
Pulau Demis
Pulau Derawan
Pulau Dinar
Pulau Fani
Pulau Gandeng
Pulau Genting Besar
Pulau Genting Kecil
Pulau Guntung
Pulau Gurimbang
Pulau Gusung
Pulau Halan
Pulau Hantu
Pulau Harapan
Pulau Hurai
Pulau Ibus
Pulau Idoh
Pulau Ijab
Pulau Ilu
Pulau Itingiting Kecil
Pulau Jawa
Pulau Jawang
Pulau Jerang
Pulau Jompang
Pulau Jopang
Pulau Junjung
Pulau Kakaban
Pulau Kamagi Lekkat
Pulau Kamagi Pikkit
Pulau Kambing
Pulau Kaniungan Besar
Pulau Kaniungan Kecil
Pulau Karan
Pulau Karanganseratus
Pulau Karangansirau
Pulau Karangkiampau
Pulau Karangtimbul
Pulau Kayumajarang
Pulau Kedindingan Barat
Pulau Kedindingan Tengah
Pulau Kedindingan Timur
Pulau Kedindingan Utara
Pulau Kedumpit
Pulau Kedumpit Barat
Pulau Kedumpit Tengah
Pulau Kedumpit Timur
Pulau Kelambu
Pulau Kelawasan
Pulau Kemantis
Pulau Keramat
Pulau Keranggasan Barat
Pulau Keranggasan Timur
Pulau Kerbau
Pulau Keris
Pulau Kiak
Pulau Kobe
Pulau Kokok
Pulau Koran
Pulau Kualan
Pulau Kubil
Pulau Kubil Kecil
Pulau Kuju
Pulau Kumala
Pulau Kwangan
Pulau Labaanbilik
Pulau Labatan
Pulau Labulabu
Pulau Laham
Pulau Lakitkuhita
Pulau Lalawan
Pulau Lalukena
Pulau Lantang Kecil
Pulau Layangan
Pulau Lemangunbibir
Pulau Lentimun
Pulau Lentimunpesalang
Pulau Lepakaru
Pulau Lepakaru Hilir
Pulau Lepakaru Hulu
Pulau Lerong
Pulau Letung
Pulau Limangun Tengah
Pulau Lipan
Pulau Liu Pudung
Pulau Liumanis
Pulau Liupata
Pulau Liuqkarau
Pulau Lungsurannaga
Pulau Makapang
Pulau Malu
Pulau Manambula
Pulau Mandul
Pulau Mandul Lumot
Pulau Mangkasak
Pulau Mangkubuah
Pulau Mangkudulis Besar
Pulau Mangkudulis Kecil
Pulau Mangkudulisbesar Barat
Pulau Manimbora
Pulau Mapat
Pulau Maratua
Pulau Maridan
Pulau Mataha
Pulau Mayundas
Pulau Melaham
Pulau Melahing
Pulau Melimpung Besar
Pulau Melimpung Kecil
Pulau Mengkubung
Pulau Mening
Pulau Mensatul
Pulau Merah
Pulau Merayap
Pulau Merdeka
Pulau Merdeka Selatan
Pulau Merdeka Tengah
Pulau Merdeka Utara
Pulau Miang
Pulau Miang Besar
Pulau Miang Kecil
Pulau Muaraulu
Pulau Nakal
Pulau Nibung
Pulau Nubi
Pulau Pabahanan
Pulau Padai
Pulau Panalukang
Pulau Pangkaran
Pulau Panjang
Pulau Panjang Dua
Pulau Panjang Satu
Pulau Pantuan
Pulau Papa
Pulau Pasbanau
Pulau Patin
Pulau Payau
Pulau Peapea
Pulau Pegah
Pulau Peking
Pulau Pemantuan
Pulau Pengean
Pulau Penti
Pulau Penyepuan
Pulau Perangatan
Pulau Perangatan Besar
Pulau Perangatan Kecil
Pulau Perumpung Lumot
Pulau Perumpung Tupar
Pulau Pesalang
Pulau Peti
Pulau Posa
Pulau Pusa
Pulau Putus
Pulau Rambairangas
Pulau Rampien
Pulau Ranggas
Pulau Rantau Besar
Pulau Rantau Kecil
Pulau Rapak
Pulau Rinding
Pulau Sabanar
Pulau Sabut
Pulau Sadau
Pulau Saka
Pulau Salenketo
Pulau Salenketo Kecil
Pulau Samama
Pulau Sambit
Pulau Sangalaki
Pulau Sangalan Diki
Pulau Sangalan Hea
Pulau Sarilaki
Pulau Sarilaki Lumot
Pulau Sebenah
Pulau Sebidai
Pulau Sebidai Selatan
Pulau Sebidai Utara
Pulau Sebudak
Pulau Sebudak Panjang
Pulau Sebudak Pendek
Pulau Segarat
Pulau Segaratmuara
Pulau Sekapal
Pulau Sekapal Utara
Pulau Sekatakbengara
Pulau Selayu
Pulau Seleteh
Pulau Seleteh Kecil
Pulau Selor
Pulau Selumut
Pulau Semut
Pulau Sengatok Besar
Pulau Sengatok Kecil
Pulau Sengatok Tengah
Pulau Sengkuang
Pulau Sentubung
Pulau Senumpak
Pulau Sepunti
Pulau Sera
Pulau Serai
Pulau Seribu
Pulau Serundung
Pulau Sesayap
Pulau Sialod
Pulau Sianjung
Pulau Siappung
Pulau Sibela
Pulau Sibilambay
Pulau Sida
Pulau Siddau
Pulau Sigending Besar
Pulau Sigending Kecil
Pulau Sikang
Pulau Singa
Pulau Siontai
Pulau Sitoddo
Pulau Sodang Besar
Pulau Solok
Pulau Sungaikelambu
Pulau Talisapan
Pulau Tambora
Pulau Tampin
Pulau Tanao Besar
Pulau Tanao Kecil
Pulau Tangkapaan
Pulau Tanjungbuayabuaya
Pulau Tanjungdewa
Pulau Tanjungjorrongjorrong Selatan
Pulau Tanjungjorrongjorrong Utara
Pulau Tanjungsitebba
Pulau Tanjungtipis
Pulau Tanjungtiram
Pulau Tarakan
Pulau Telasau
Pulau Telukgenting
Pulau Tembakau Besar
Pulau Tembakau Hilir
Pulau Tembakau Kecil
Pulau Tembakau Pising
Pulau Tembalang
Pulau Tembangan
Pulau Temenggah
Pulau Tempudus
Pulau Tempurung
Pulau Tengkado
Pulau Teribi
Pulau Tibi Barat
Pulau Tibi Lumot
Pulau Tibi Selatan
Pulau Tibi Timur
Pulau Tibi Utara
Pulau Tidung
Pulau Tiga
Pulau Tiga Selatan
Pulau Tiga Tengah
Pulau Tiga Utara
Pulau Tihiktihik
Pulau Timbangbarukang
Pulau Tiram
Pulau Titus Dua
Pulau Titus Hulu
Pulau Titus Kecil
Pulau Titus Satu
Pulau TN 1
Pulau TN 1
Pulau TN 10
Pulau TN 11
Pulau TN 12
Pulau TN 13
Pulau TN 2
Pulau TN 3
Pulau TN 4
Pulau TN 5
Pulau TN 7
Pulau TN 8
Pulau TN 9
Pulau Tokong
Pulau Tukung
Pulau Tundukul
Pulau Tungkudacing
Pulau Tunu
Pulau Ujohbilang
Pulau Uraban
Pulau Using
Pulau Yupa
Kalimantan Utara[sunting | sunting sumber]
Pulau Apastual
Pulau Aus
Pulau Bunyu
Pulau Bukat
Pulau Gosong Makasar
Pulau Itai
Pulau Nunukan
Pulau Mandul
Pulau Pampang
Pulau Pelanduk
Pulau Pulibulu
Pulau Sadau
Pulau Sebatik
Pulau Sekapal
Pulau Sinelak
Pulau Sinualan
Pulau Tarakan
Pulau Tidongsalong
Pulau Tidongsalong Lumot
Pulau Tinabasan


Sulawesi

Gorontalo

Pulau Bangko
Pulau Bitila
Pulau Bohu
Pulau Bokisa
Pulau Dodepo
Pulau Dulawono
Pulau Dulupi
Pulau Duyinomo
Pulau Halawa
Pulau Kiakiaso
Pulau Labengo
Pulau Lahat
Pulau Lamuudaa
Pulau Lamuukiki
Pulau Limba
Pulau Lingkobekiki
Pulau Makasar
Pulau Mantolokiki
Pulau Mopinggulo
Pulau Otangale
Pulau Otilade
Pulau Pajongedaa
Pulau Paniki
Pulau Puntu
Pulau Raja
Pulau Sadaa
Pulau Sadii
Pulau Samauna
Pulau Saronde
Pulau Lampu

Sulawesi Barat

Pulau Battoa
Pulau Batumeanaq Bakengkeng
Pulau Lereklerekan
Pulau Saboyang
Pulau Taimanu

Sulawesi Selatan

Pulau Badi
Pulau Battoa
Pulau Bonetambung
Pulau Bonerate
Pulau Kakabia
Pulau Kalao
Pulau Kalaotoa
Pulau Kayangan[3]
Pulau Kayuadi
Pulau Lumulumu[4]
Pulau Pasi
Pulau Selayar
Pulau Samalona[5]
Pulau Jampea
Pulau Tanakeke
Pulau Tinabo
Pulau Barrang Lompo[6]
Pulau Barrang Caddi[7]
Pulau Kodingareng[8]
Pulau Kodingareng Keke[9]

Sulawesi Tengah

Pulau Simatang
Pulau Lutungan
Pulau Pangalasiang
Pulau Taring
Kepulauan Banggai
Pulau Banggai
Pulau Bangkurung
Pulau Labobo
Pulau Peleng
Pulau Salue Besar
Pulau Salue Kecil
Pulau Timpaus
Kepulauan Togian
Pulau Bagian
Pulau Patudaka
Pulau Poat
Pulau Togian
Pulau Waleabahi
Pulau Jna Uma
Pulau Menui

Sulawesi Tenggara

Pulau Anano
Pulau Bahubulu
Pulau Bakealu
Pulau Batuala
Pulau Bawulu
Pulau Bokori
Pulau Buaya
Pulau Buton
Pulau Damalawa
Pulau Hari
Pulau Kabaena (Tokotua)
Pulau Kadatua
Pulau Kaholifano
Pulau Karame
Pulau Kawi-Kawi
Pulau Labangke
Pulau Labasina Kecil
Pulau Langee
Pulau Lemo
Pulau Lentea
Pulau Lua Cempedak
Pulau Makassar
Pulau Manai
Pulau Maniang
Pulau Masaloka
Pulau Motaha
Pulau Muna
Pulau Padamarang
Pulau Pisang
Pulau Runduma
Pulau Sagori
Pulau Saponda Barat
Pulau Saponda Laut
Pulau Siompu
Pulau Tambako
Pulau Telaga Besar
Pulau Telaga Kecil
Pulau Tobea Besar
Pulau Tobea Kecil
Kepulauan Tukang besi
Pulau Binongko
Pulau Hoga
Pulau Kaledupa
Pulau Kapota
Pulau Tomia
Pulau Wangi-Wangi (Wanci)
Pulau Runduma
Kepulauan Tiworo
Pulau Balu
Pulau Bero
Pulau Gola
Pulau Katela
Pulau Kayu Angin
Pulau Maginti
Pulau Maloang
Pulau Mandi
Pulau Rangku
Pulau Tabuang
Pulau Wakiwolu
Pulau Waitonga Selatan
Pulau Wowoni

Sulawesi Utara

Pulau Anda
Pulau Ariagai
Pulau Armadures
Pulau Batunderang
Pulau Bengdarat
Pulau Biaro
Pulau Bukide
Pulau Buang
Pulau Bunaken
Pulau Dalam
Pulau Dumarchen
Pulau Kabaruan
Pulau Kamalusu
Pulau Kabaruan
Pulau Karakelang
Pulau Kawio
Pulau Lembe
Pulau Lipang
Pulau Mamanuk
Pulau Manado Tua
Pulau Mantehage
Pulau Miangas
Pulau Meares
Pulau Mekonane
Pulau Pahepa
Pulau Pasige
Pulau Ruang
Pulau Salibabu
Pulau Sangihe
Pulau Sangir
Pulau Siau
Pulau Tehang
Pulau Tahulandang
Pulau Talisei

Papua Barat

Pulau Adi
Pulau Aiduma
Kepulauan Ayu
Pulau Batanta
Pulau Daram
Pulau Fam
Pulau Gag
Pulau Gam
Pulau Karas
Pulau Kofiau

Kepulauan Mapia

Pulau Maswaar
Pulau Misol
Pulau Rumberpon
Pulau Sabuda
Pulau Salawati
Pulau Sayang
Pulau Semai
Pulau Waigeo
Pulau War
Pulau Wayang

Papua

Pulau Biak
Pulau Dolak (Yos Sudarso)
Pulau Komoran
Pulau Num (Miosnum)
Pulau Numfor
Pulau Room
Pulau Supiori
Pulau Wakde
Pulau Witau
Pulau Yamna
Pulau Yapen

DAFTAR NAMA CANDI DAN TEMPATNYA TERLENGKAP DI INDONESIA

DAFTAR NAMA CANDI DAN TEMPATNYA TERLENGKAP DI INDONESIA , Info Sarang Pendidikan dikesempatan berikut ini tentang Daftar Nama Candi terlengkap Di Indonesia beserta Nama Tempat dan Kotanya

Candi di Kabupaten Garut:
Candi Cangkuan

Daftar Candi di Kabupaten Karawang:
Kompleks Situs Batujaya

    Candi Jiwa
    Candi Blandongan

Kompleks Situs Cibuaya

Candi di Kota Tasikmalaya:
Situs Lingga Yoni

Candi di Kabupaten Bandung:
Candi Bojongmenje
Candi Bojongemas

Daftar Situs Candi di Kabupaten Ciamis:
Situs Batu Kalde atau Candi Pananjun
Situs Karangkamulyan
Situs Mangunjaya

Candi di Kota Banjar:
Situs Rajegwesi

    #3 Daftar Candi di Provinsi Jawa Tengah


Daftar candi di Kabupaten Magelang:
Candi Borobudur
Candi Mendut
Candi Pawon
Candi Ngawen
Candi Asu (Sengi)
Candi Lumbung (Sengi)
Candi Pendem
Candi Canggal atau Candi Gunung Wukir
Candi Selogriyo
Candi Losari
Candi Gunungsari
Candi Umbu

Daftar Candi di Kabupaten Klaten:
Candi Bubrah, Prambanan
Candi Prambanan, Prambanan, Klaten
Candi Plaosan (Lor), Prambanan, Klaten
Candi Plaosan Kidul, Prambanan, Klaten
Candi Sewu
Candi Lumbung
Candi Sojiwan
Candi Karangnongko
Candi Merak
Situs Kunden

Daftar Candi di Kabupaten Karanganyar
Candi Sukuh, Sukuh
Candi Cetho
Candi Kethek
Situs Planggatan
Situs Menggung
Arca Nandi Colomadu

Candi di Kabupaten Semarang
Candi Dukuh
Kompleks Candi Gedong Songo
Candi Klero
Candi Ngempon

Daftar Candi di Kabupaten Banjarnegara
Kompleks Candi Dieng
Candi Puntadewa
Candi Semar
Candi Srikandi
Candi Sembadra
Candi Gatotkaca
Candi Setyaki
Candi Bima
Candi Dwarawati

Candi di Kabupaten Wonosobo
Candi Bogang

Candi di Kabupaten Temanggung
Candi Pringapus
Candi Gondosuli

Daftar Candi di Kabupaten Tegal
Candi Bulus
Candi Kesuben

Daftar Candi di Kabupaten Boyolali
Candi Sari Cepogo
Candi Lawang
Situs Sumur Pitu
Situs Sumur Songo
Petirtaan Selodoko

Candi di Kabupaten Pati
Candi Miyono atau Situs Kayen

Candi di Kabupaten Blora
Candi Sentono

    #4 Daftar Candi di Daerah Istimewa Yogyakarta

Daftar candi di kabupaten Sleman
Candi Prambanan
Situs Arca Gupolo
Situs Goa Sentono
Candi Kalasan atau Candi Tara
Candi Banyunibo
Candi Ratu Boko atau Keraton Ratu Boko
Candi Sambi Sari
Candi Sari
Candi Ijo
Candi Barong
Candi Kedulan
Candi Gebang
Candi Keblak
Candi Miri
Candi Dawangsari
Candi Kimpulan
Candi Palgading
Arca Bugisan atau Arca Proliman
Candi Watu Gudhig

Daftar candi di Kabupaten Bantul
Kompleks Situs Mantup
Candi Gampingan
Situs Mangir

Candi di Kabupaten Kulon Progo
Candi Pringtali

Candi di Kabupaten Gunung Kidul
Candi Risan

    #5 Daftar Candi di Provinsi Jawa Timur

Daftar Candi di Kabupaten Malang
Candi Jago
Candi Kidal
Candi Singosari
Stupa Sumberawan
Candi Selakelir
Kompleks Percandian Gunung Arjuna

    Grup Sepilo : Bhatara Guru, Candi Madrin, Patuk Lesung , Candi Kembang, Candi Lepek, Rhatawu, Hyang Semar, Watu Ireng, Rancang Kencana, Candi Wesi, Makutarama, Sepilo
    Grup Indrokilo: Satria Manggung, Indrikilo,  Candi Laras, Gua Gambir,

Candi Jawar Ombo
Candi Bocok
Petirtaan Watugede
Candi Ngabab
Candi Gunung Telih

Daftar Candi di Kota Malang
Candi Badut
Candi KarangBesuki

Daftar Candi di Kota Batu
Candi Songgoriti atau Candi Supo
Punden Mojorejo atau Situs Kajang

Daftar Candi di Kabupaten Kediri
Candi Surawana
Candi Tegowangi
Arca Totok Kerot
Situs Calon Arang Kediri
Candi Tondowongso
Candi Dorok
Arca Ringin Budha
Situs Semen
Candi Semen
Candi Kepung

Daftar Candi di Kota Kediri
Kompleks Pertapaan Goa Selomangleng
Candi Setono Gedong
Candi Pandean (Arca Durga)
Candi Siti Inggil
Candi Joko Dolog
Candi Botolengket
Candi Burengan
Candi Tinalan dan Arca Ganesha
Situs Pakelan
Situs Dadapan
Situs Mbah Lumpang
Situs Sumur Bandung
Situs Ganesha Gayam

Daftar Candi di Kabupaten Nganjuk
Candi Lor
Yoni Brebek
Situs Pace Kulon

Candi di Kabupaten Jombang
Candi Rimbi

Daftar candi di Kabupaten Pasuruan
Candi Jawi
Candi Kebo Ireng
Candi Gunung Gangsir
Kompleks Percandian Gunung Welirang: Reco Lanang, Reco Wadon, Watu Meja. Watu Kaca
Kompleks Percandian Gunung Ringgit

Daftar candi di Kabupaten Mojokerto
Candi Bangkal
Kompleks Situs Trowulan
Candi Tikus
Candi Klinterejo
Candi Menak Jingga
Candi Brahu
Candi Gentong
Gapura Wringin Lawang (tipe candi bentar)
Gapura Bajang Ratu (tipe paduraksa),
Candi Kedaton
Kompleks Percandian Gunung Penanggungan
Petirtaan Jalatunda
Candi Kama I
Candi Kama II
Candi Gajah Mungkur
Candi Wayang
Candi Kendalisada
Candi Pasetran
Gapura Jedong (gapura tipe candi bentar)
Petirtaan Watu Tetek
Petirtaan Belahan
Candi Lemari
Candi Bayi
Candi Putri
Candi Pura
Candi Gentong
Candi Shinta
Candi Lurah
Candi Carik
Candi Yudha
Candi Wisnu
Candi Kepurbakalaan XII
Candi kepurbakalaan XIII
Candi Buyung
Candi Kursi
Candi Kendalisodo
Candi Selakir dan Tekingblandong
Candi Naga I
Candi Pendawa
Candi Merak
Candi Naga II
Goa Botol
Candi Griya
Candi Dharmawangsa
Candi Kerajaan
Candi Pelakan Jawa I
Candi Pelakan Jawa II
Candi Baru
Candi Batu Jolang
Batu Tulis
Goa Widodaren
Candi Batu Terbang

Candi di Kota Surabaya
 Arca Joko Dolog

Daftar candi di Kabupaten Blitar
Kompleks Candi Bacem
Arca Ganesha Boro
Candi Kalicilik
Candi Kotes
Candi Wringin Branjang
Candi Sawentar
Candi Sumbernanas
Candi Sumberjati atau Candi Simping
Kompleks Percandian Penataran
Bale Agung
Candi Angka Tahun
Candi Naga
Candi Induk Penataran
Kolam Candi Penataran
Candi Pemandian Penataran
Candi Gambar Wetan (Candi Sewu, Nglegok)
Candi Plumbangan
Candi Tepas
Candi Selo Tumpuk
Candi Sumber Agung
Candi Sirah Kencong
Candi Tapan
Candi Mleri
Candi Rambut Monte
Situs Bale Kambang

Candi di Kabupaten Probolinggo
Candi Kedaton
Candi Jabung

Daftar Candi di Kabupaten Tulungagung
Candi Gayatri atau Candi Boyolangu
Candi Dadi
Candi Meja
Candi Cungkup atau Candi Sanggrahan
Candi Selomangleng atau Goa Pertapaan Selomangleng
Candi Penampihan atau Candi Asmoro Bangun
Candi Mirigambar
Candi Ngampel
Candi Ngampel
Goa Trtitis
Goa Pasir

Candi di Kabupaten Trenggalek
Candi Brongkah atau Candi Jenggolo Manik

Candi di Kabupaten Magetan
Candi Sadon atau Candi Reog
Candi Dewi Sri

Candi di Kabupaten Sidoarjo
Candi Pari
Candi Sumur
Candi Medalem
Candi Wangkal
Candi Pamotan I dan II
Candi Dermo
Candi Tawangalun
Candi Gedhong Putri atau Candi Puro
Candi Gelisah atau Candi Agung

Candi di Kabupaten Pamekasan
Situs Candi Burung

Candi di Kabupaten Jember
Candi Deres

Candi di Kabupaten Ponorogo
Situs Altar Raja Dharmawangsa

Candi di Kabupaten Bojonegoro
Situs Kayangan Api

Candi di Kabupaten Gresik
Candi Kepuh Klagen

Candi di Kabupaten Madiun
Candi Wonorejo

Candi di Kabupaten Ngawi
Candi Pendem

    #6 Daftar Candi di Provinsi Bali

Candi di Kabupaten Gianyar
Candi Gunung Kawi
Situs Goa Gajah

Candi di Kabupaten Buleleng
Candi Kalibukbuk

DAFTAR CANDI DI PULAU SUMATRA

    #7 daftar Candi di Provinsi Sumatra Utara

Daftar candi di Kabupaten Padang Lawas Utara
Kompleks Candi Bahal atau Biaro Bahal
Candi Bara
Candi Pulo
Candi Sitopayan
Candi Aek Haruaya
Situs Mangaledang
Situs Naga Saribu

Candi di Kabupaten Mandailing Natal
Candi Simangambat

Candi di Kabupaten Padang Lawas
Candi Sipamutung
Situs Aek Tunjang
Kompleks Candi Tandihat
Situs Aek Linta
Candi Sangkilon

    #8 Daftar candi di Provinsi Sumatra Selatan

Candi di Kota Palembang
Candi Angsoka

Candi di Kabupaten Musi Rawas
Candi Lesung Batu

Candi di Kabupaten Muara Enim
Kompleks Candi Bumi Ayu

Candi di Kota Pagar Alam
Situs Rimba Candi atau Gapura Sriwijaya

candi di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan
Candi Jepara atau Batu Kebayan (batu pengantin)

    #9 Daftar Candi di provinsi Sumatra Barat

Candi di Kabupaten Dharmasraya
Kompleks Candi Padang Roco
Candi Pulau Sawah : Candi Pulau Sawah I Candi Pulau Sawah II
Candi Bukik Awang Maombiak

Candi di Kabupaten Pasaman
Candi Tanjung
Candi Koto Rao

    #10 Daftar Candi di provinsi  Jambi

Candi di Kabupaten Muaro Jambi
Candi Muaro Jambi

Candi di Tanjung jabo timur
Kompleks Candi Situs Orang Kayu Hitam
Candi Satu

    #11 Daftar Candi di Provinsi Riau

Candi Muara takus
Candi Muara Guru

    #12 Daftar Candi Bangka Belitung

Candi Kota kapur

DAFTAR CANDI DI PULAU KALIMANTAN

    #13 Daftar Candi di Provinsi Kalimantan Seatan

Candi di Kabupaten Hulu Sungai Utara
Candi Agung
Candi Hindu

Candi di Kabupaten Tapin
Candi Laras
Candi Laras Selatan
Candi Buddha
Situs Pematang Bata
Candi Laras Selatan

Candi di Kabupaten Kotabaru
Lasung Batu atau Yoni

    #14 Daftar Candi di Provinsi kalimantan Barat

Candi Tanjungpura
Arca Buddha Sambas

    #15 Daftar candi di Provinsi Kalimantan Timur

Candi di Kabupaten Kutai Kartanegara
Lesong Batu
Arca Buddha Kota Bangun

Candi di Kabupaten Kutai Timur
Situs Goa Gunung Kombeng

DAFTAR NAMA 34 PROVINSI DAN IBUKOTANYA DI INDONESIA

DAFTAR NAMA 34 PROVINSI DAN IBUKOTANYA DI INDONESIA , Sarang Pendidikan untuk kali ini akan update tulisan mengenai Daftar Nama dan Jumlah provinsi beserta ibukota terbaru dan terlengkap di Indonesia


    I. DAFTAR PROVINSI DI PULAU SUMATERA

    Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam // Ibukota :Banda Aceh
    Sumatra Utara // Ibukota: Medan
    Sumatra Selatan // Ibu Kota: Palembang
    Sumatra Barat // Ibu Kota: Padang
    Bengkulu // Ibu Kota: Bengkulu
    Riau // Ibu Kota: Pekanbaru
    Kepulauan Riau // Ibu Kota: Tanjung Pinang
    Jambi // Ibu Kota: Jambi
    Lampung // Ibu Kota: Bandar Lampung
    Bangka Belitung // Ibu Kota: Pangkal Pinang


    II. DAFTAR PROVINSI DI PULAU KALIMANTAN

    Kalimantan Barat // Ibu Kota: Pontianak
    Kalimantan Timur // Ibu Kota: Samarinda
    Kalimantan Selatan // Ibu Kota: Banjarmasin
    Kalimantan Tengah // Ibu Kota: Palangkaraya
    Kalimantan Utara // Ibu Kota: Tanjung Selor


    III. DAFTAR PROVINSI DI PULAU JAWA

    Banten // Ibu Kota: Serang
    DKI Jakarta // Ibu Kota: Jakarta
    Jawa Barat // Ibu Kota: Bandung
    Jawa Tengah // Ibu Kota: Semarang
    DI Yogyakarta // Ibu Kota: Yogyakarta
    Jawa Timur // Ibu Kota: Surabaya

    IV. DAFTAR PROVINSI DI PULAU NUSA TENGGARA & BALI

    Bali // Ibu Kota: Denpasar
    Nusa Tenggara Timur // Ibu Kota: Kupang
    Nusa Tenggara Barat // Ibu Kota: Mataram

    V. DAFTAR PROVINSI DI PULAU SULAWESI

    Gorontalo // Ibu Kota: Gorontalo
    Sulawesi Barat // Ibu Kota: Mamuju
    Sulawesi Tengah // Ibu Kota: Palu
    Sulawesi Utara // Ibu Kota: Manado
    Sulawesi Tenggara // Ibu Kota: Kendari
    Sulawesi Selatan // Ibu Kota: Makassar

    VI. DAFTAR PROVINSI DI PULAU MALUKU & PAPUA
    Maluku Utara // Ibu Kota: Ternate
    Maluku // Ibu Kota: Ambon
    Papua Barat // Ibu Kota: Manokwari
    Papua ( Daerah Khusus ) // Ibu Kota: Jayapura

DAFTAR NAMA NEGARA ANGGOTA ASEAN TERBARU 2018/2019

DAFTAR NAMA NEGARA ANGGOTA ASEAN TERBARU 2018/2019 , kembali kali ini sarang Pendidikan akan berbagi informasi tentan Nama Negara Anggota Asean Terbaru dan Sejarah Negaranya

INDONESIA
Indonesia adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang termasuk kedalam 5 anggota pendiri ASEAN. Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945. Ibukota negara Indonesia adalah Jakarta. Indonesia memiliki wilayah lautan dan daratan yang cukup luas di Asia Tenggara. Indonesia memiliki kurang lebih 17.5 ribu pulau-pulau yang tersebar dalam 34 provinsi di Indonesia.


Luas wilayah Indonesia kurang lebih 5.193.250 km² yang meliputi wilayah lautan serta daratan. Luas lautan Indonesia kurang lebih 3.273.810 km² serta luasan daratan Indonesia kurang lebih 1.919.440 km² .Sehingga Indonesia sering dijuluki sebagai negara maritim karena sebagian besar indonesia merupakan wilayah lautan.

FILIPINA
Filipina adalah salah satu negara yang berbentuk Republik di Asia tenggara. Filipina merupakan salah satu negara pelopor berdirinya ASEAN. Filipina terletak di Utara Indonesia dan Malaysia. Seperti Indonesia, Filipina juga merupakan salah satu negera berbentuk kepulauan yang mencapai kurang lebih 7 ribu pulau yang ada di Filipina. Ibukota negara Filipina adalah Manila. Republik filipina merdeka pada tanggal 4 Juli 1946. Bahasa Filipino atau tagalog adalah bahasa nasional Filipina. Luas wilayah negara Filipina adalah 300.000 km2

MALAYSIA
Malaysia adalah salah satu negara di Asia Tenggara yang berbentuk Federasi. Negara Malaysia terdiri dari 13 negara bagian serta 3 wilayah persekutuan. yang meliputi Pahang, Selangor, Negeri Sembilan, Kedah, Johor, Kelantan, Melaka, Perlis, Terengganu, Pulau Pinang, Perak, Sabah dan Sarawak. Ibukota negara malaysia adalah Kuala Lumpur. Negara Malaysia merdeka pada tanggal 31 Agustus 1957. Penduduk malaysia menggunakan bahasa resmi (Bahasa Melayu) dalam kehidupan sehari-hari mereka.

SINGAPURA
Singapura adalah negara yang berbentuk Republik yang ada di Asia Tenggara. Singapura merupakan salah satu pelopor berdirinya organisasi ASEAN. Singapura merupakan negara koloni perdagangan Inggris pada tahun 1819. Singapura menjadi salah satu Negara Maju di dunia, tak heran jika perekonomian Singapura sangat kuat di dunia. Bahasa resmi yang digunakan Singapura adalah Bahasa Inggris, Melayu, Tamil, dan Mandarin. Pada tanggal 9 Agustus 1965, Singapura mendapatkan kemerdekaannya dari Federasi Malaysia.

THAILAND
Thailand adalah negara di Asia tenggara yang berbentuk kerajaan. Ibukota negara Thailand adalah Bangkok dengan bahasa yang digunakan adalah bahasa Thai. Thailand menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tidak pernah merasakan penjajahan dari negara-negara Eropa. Thailanda didirikan pada pertengahan abad ke-14.

Itulah ke-5 Negera pendiri organisasi ASEAN. Selain kelima negera itu, sampai saat ini masih ada 5 negara yang juga bergabung kedalam ASEAN atau sudah 10 negara yang bergabung. Berikut 5 Negara yang sudah bergabung di ASEAN.


Brunei Darussalam
- Bergabung pada (7 Januari 1984)
Brunei Darussalam adalah anggota ASEAN yang pertama kali bergabung sebelum negara-negara lain bergabung. Ibukota negara Brunei Darussalam adalah Bandar Seri Begawan. Mata Uang negara Brunei adalah Dolar Brunei dan bahasa yang digunakan oleh warga negara brunei adalah bahasa Melayu. Brunei merdeka pada tanggal 1 Januari 1984.

Vietnam
- Bergabung pada (28 Juli 1995)
Vietnam menjadi anggota kedua yang masuk ke organisasi ASEAN selain anggota pendiri. Ibukota negara Vietna adalah Hanoi. Mata uang negara Vietnam adalah Dong dan bahasa nasional adalah bahasa Vietnam. Vietnam merdeka pada tanggal 2 September 1945.

Laos
- Bergabung pada (23 Juli 1997)
Laos adalah salah satu negara di Aseia Tenggara yang tergabung kedalam Asean. Ibukota negara Laos adalah Vientiane. Bahasa yang resmi adalah bahasa Laos dan mata uang negara laos adalah Kip Laos. Hari kemerdekaan Laos adalah tanggal 19 Juli 1949.

Myanmar
- Bergabung pada (23 Juli 1997)
Myanmar adalah salah satu negara di Asia tenggara yang bergabung kedalam organisasi ASEAN pada tahun 1997. Ibukota negara Myanmar adalah Rangoon atau Yangon. Bahasa yang digunakan atau bahasa resminya adalah bahasa Myanmar dengan mata uang negara Myanmar adalah Kyat Myanmar. Myanmar merdeka pada tanggal 4 Januari 1948 dari Inggris.

Kamboja
- Bergabung pada (30 April 1999)
Kamboja adalah negara terahir di Asia tenggara yang bergabung dengan ASEAN. Ibukota negara Kamboja  adalah Phnom Penh. Mata uang negara Kambodia adalah Riel Kamboja dan bahasa resmi adalah bahasa Khmer. Kamboja atau kambodia merdeka pada tanggal 9 Nopember 1953 dari negara perancis.

DAFTAR NAMA DATARAN TINGGI DI SELURUH WILAYAH INDONESIA

DAFTAR NAMA DATARAN TINGGI DI SELURUH WILAYAH INDONESIA , Info sarang pendidikan untuk kali ini yaitu Nama Dataran Tinggi di 34 Provinsi di Indonesia

Dataran Tinggi di Pulau Sumatra
Aceh:
Dataran tinggi Alas
Dataran tinggi Gayo
Dataran tinggi Pasai

Sumatra Utara:
Dataran Tinggi Batak
Dataran Tinggi Karo

Sumatra Barat:
Dataran Tinggi Kerinci
Dataran Tinggi Minangkabau

Bengkulu:
Dataran Tinggi Bukit Barisan
Dataran Tinggi Lebong
Dataran Tinggi Rejang

Dataran Tinggi di Pulau Jawa
Jawa Barat:
Dataran Tinggi Cianjur
Dataran Tinggi Priangan
Dataran Tinggi Sumedang

Jawa Tengah:
Dataran Tinggi Dieng
Dataran Tinggi Grobogan
Dataran Tinggi Magelang
Dataran tinggi Kidul

Jawa Timur:
Dataran Tinggi Malang
Dataran tinggi Tengger

Dataran Tinggi di Pulau Kalimantan
Kalimantan Barat:
Dataran Tinggi Kapuas Hulu
Dataran Tinggi Muller
Dataran Tinggi Shcaner

Kalimantan Selatan:
Dataran Tinggi Meratus

Dataran Tinggi di Pulau Sulawesi
Sulawsi Utara:
Dataran Tinggi Minahasa

Sulawesi Tengah:
Dataran tinggi Barui
Dataran tinggi Penreng

Sulawesi Selatan:
Dataran Tunggu Bone
Dataran tinggi Luwu
Dataran tinggi Wajo

Sulawesi Tenggara:
Dataran Tinggi Bingkoku

Dataran Tinggi di Pulau Papua
Irian Jaya Barat:
Dataran Tinggi Arfak

Papua:
Dataran Tinggi Charles Lous
Dataran Tinggi Sudirman
Dataran Tinggi Jaya Wijaya

SEJARAH ASAL USUL BERDIRINYA CANDI MENDUT DIKUPAS LENGKAP

SEJARAH ASAL USUL BERDIRINYA CANDI MENDUT DIKUPAS LENGKAP , Mungkin anda pasti tidak asing mendengar salah satu Candi di Indonesia yaitu Candi Mendut, namun apakah anda sudah mengetahui mengenai Asal Usul Sejarah Berdirinya Candi Mendut ?? Berikut dibawah ibi akan di ulas secara tuntas dan lengkap mengenai Sejarah Asal Usul Candi Mendut .

Candi Mendut adalah sebuah candi bercorak Buddha. Letak Lokasi Alamat Candi Mendut ?? Candi Mendut terletak di Jalan Mayor Kusen Kota Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah ini, letaknya berada sekitar 3 kilometer dari candi Borobudur.

Candi Mendut didirikan Oleh Siapa ?? Candi Mendut didirikan semasa pemerintahan Raja Indra dari dinasti Syailendra. Di dalam prasasti Karangtengah yang bertarikh 824 Masehi, disebutkan bahwa raja Indra telah membangun bangunan suci bernama wenuwana yang artinya adalah hutan bambu. Oleh seorang ahli arkeologi Belanda bernama J.G. de Casparis, kata ini dihubungkan dengan Candi Mendut.

Bahan bangunan candi Mendut Terbuat dari Apa ?? Bangunan Candi Mendut sebenarnya adalah batu bata yang ditutupi dengan batu alam. Bangunan ini terletak pada sebuah basement yang tinggi, sehingga tampak lebih anggun dan kokoh. Tangga naik dan pintu masuk menghadap ke barat-daya. Di atas basement terdapat lorong yang mengelilingi tubuh candi. Atapnya bertingkat tiga dan dihiasi dengan stupa-stupa kecil. Berapa Jumlah Stupa Yang Ada di Candi Mendut Sekarang ?? Jumlah stupa-stupa kecil yang terpasang sekarang adalah 48 buah. Berapa Tinggi Bangunan Candi Mendut ?? Tinggi bangunan Candi Mendut adalah 26,4 meter.

Hiasan yang terdapat pada candi Mendut berupa hiasan yang berselang-seling. Dihiasi dengan ukiran makhluk-makhluk kahyangan berupa dewata gandarwa dan apsara atau bidadari, dua ekor kera dan seekor garuda.

Pada kedua tepi tangga terdapat relief-relief cerita Pancatantra dan jataka.

Dinding candi dihiasi relief Boddhisatwa di antaranya Awalokiteśwara, Maitreya, Wajrapāṇi dan Manjuśri. Pada dinding tubuh candi terdapat relief kalpataru, dua bidadari, Harītī (seorang yaksi yang bertobat dan lalu mengikuti Buddha) dan Āţawaka.
Buddha dalam posisi dharmacakramudra.

Di dalam induk candi terdapat arca Buddha besar berjumlah tiga: yaitu Dhyani Buddha Wairocana dengan sikap tangan (mudra) dharmacakramudra. Di depan arca Buddha terdapat relief berbentuk roda dan diapit sepasang rusa, lambang Buddha. Di sebelah kiri terdapat arca Awalokiteśwara (Padmapāņi) dan sebelah kanan arca Wajrapāņi.

Pada relief ini terdapat lukisan cerita hewan atau fabel yang dikenal dari Cerita Sejarah Pancatantra  jataka. Cerita lengkapnya disajikan di bawah ini:

    Maka adalah seorang brahmana yang datang dari dunia bawah dan bernama Dwijeswara. Ia sangat sayang terhadap segala macam hewan.
    Maka berjalanlah dia untuk bersembahyang di gunung dan berjumpa dengan seekor kepiting di puncak gunung yang bernama Astapada, dibawa di pakaiannya. Maka kata sang brahmana: “Kubawanya ke sungai, sebab aku merasa kasihan.” Maka iapun berjalan dan berjumpa dengan sebuah balai peristirahatan di tepi sungai. Lalu dilepaslah si kepiting oleh sang brahmana. Si Astapada merasa lega hatinya. Sedangkan sang brahmana beristirahat di balai-balai ini. Ia tidur dengan nikmat, hatinya nyaman.

    Adalah seekor ular yang berteman dengan seekor gagak dan merupakan ancaman bagi sang brahmana. Maka kata si ular kepada kawannya si gagak: “Jika ada orang datang ke mari untuk tidur, ceritakan padaku, aku mangsanya.”

    Si gagak melihat sang brahmana tidur di balai-balai. Segeralah keluar si ular katanya: “Aku ingin memangsa matanya kawan.” Begitulah perjanjian mereka.

    Si kepiting yang dibawa oleh sang brahmana mendengar. Lalu kata si kepiting di dalam hati: “Aduh, sungguh buruk kejahatan si gagak dan ular. Sama-sama buruk kelakuannya.” Terpikir olehnya bahwa si kepiting berhutang budi kepada sang brahmana. Ia ingin melunasi hutangnya, maka pikirnya. “Ada siasatku, aku akan berkawan dengan keduanya.” Maka ujar si kepiting, “Wahai kedua kawanku, akan kupanjangkan leher kalian, supaya lebih nikmat kalau kalian ingin memangsa sang brahmana.” – “Aku setuju dengan usulmu, <laksanakanlah> dengan segera.” Begitulah kata si gagak dan si ular keduanya. Kedua-keduanya ikut menyerahkan leher mereka dan disupit di sisi sana dan sini oleh si kepiting dan keduanya langsung putus seketika. Matilah si gagak dan si ular

Pada relief ini terdapat lukisan cerita hewan atau fabel yang dikenal dari Pancatantra atau jataka. Cerita lengkapnya disajikan di bawah ini. Namun cerita yang disajikan di bawah ini agak berbeda versinya dengan lukisan di relief ini:

    Ada kura-kura bertempat tinggal di danau Kumudawati. Danau itu sangat permai, banyak tunjungnya beranekawarna, ada putih, merah dan (tunjung) biru.

    Ada angsa jantan betina, berkeliaran mencari makan di danau Kumudawati yang asal airnya dari telaga Manasasara.Adapun nama angsa itu, si Cakrangga (nama) angsa jantan, si Cakranggi (nama) angsa betina. Mereka itu bersama-sama tinggal di telaga Kumudawati.

    Maka sudah lamalah bersahabat dengan kura-kura. Si Durbudi (nama) si jantan, sedangkan si Kacapa (nama) si betina.

    Maka sudah hampir tibalah musim kemarau. Air di danau Kumudawati semakin mengeringlah. [Kedua] angsa, si Cakrangga dan si Cakranggi lalu berpamitan kepada kawan mereka si kura-kura; si Durbudi dan si Kacapa. Katanya:

    “Wahai kawan kami meminta diri pergi dari sini. Kami ingin pergi dari sini, sebab semakin mengeringlah air di danau. Apalagi menjelang musim kemarau.Tidak kuasalah kami jauh dari air. Itulah alasannya kami ingin terbang dari sini, mengungsi ke sebuah danau di pegunungan Himawan yang bernama Manasasana. Amat murni airnya bening dan dalam. Tidak mengering walau musim kemarau sekalipun. Di sanalah tujuan kami kawan.” Begitulah kata si angsa.Maka si kura-kurapun menjawab, katanya:

    “Aduhai sahabat, sangat besar cinta kami kepada anda, sekarang anda akan meninggalkan kami, berusaha untuk hidupmu sendiri.

    Bukankah (keadaannya) sama kami dengan anda, tidak bisa jauh dari air? Ke mana pun anda pergi kami akan ikut, dalam suka dan duka anda. Inilah hasil persahabatan kami dengan kalian.

    Angsa menjawab: “Baiklah kura-kura. Kami ada akal. Ini ada kayu, pagutlah olehmu tengah-tengahnya, kami akan memagut ujungnya sana dan sini dengan isteriku. Kuatlah kami nanti membawa terbang kamu, [hanya] janganlah kendor anda memagut, dan lagi jangan berbicara. Segala yang kita atasi selama kami menerbangkan anda nanti, janganlah hendaknya anda tegur juga. Jika ada yang bertanya jangan pula dijawab. Itulah yang harus anda lakukan, jangan tidak mentaati kata-kata kami. Apabila anda tidak mematuhi petunjuk kami tak akan berhasil anda sampai ke tempat tujuan, akan berakhir mati.”Maka demikianlah kata angsa.

    Lalu dipagutlah tengah-tengah kayu itu oleh si kura-kura, ujung dan pangkalnya dipatuk oleh angsa, di sana dan di sini, laki bini, kanan kiri.Segera terbang dibawa oleh angsa, akan mengembara ke telaga Manasasara, tempat tujuan yang diharapkannya. Telah jauh terbang mereka, sampailah di atas ladang Wilanggala.Maka adalah anjing jantan dan betina yang bernaung di bawah pohon mangga. Si Nohan nama si anjing jantan, si Babyan nama si betina.

Maka mendongaklah si anjing betina, melihat si angsa terbang, keduanya sama menerbangkan kura-kura. Lalu katanya.“Wahai bapak anakku, lihatlah itu ada hal yang amat mustahil. Kura-kura yang diterbangkan oleh angsa sepasang!”Lalu si anjing jantan menjawab: “Sungguh mustahil kata-katamu. Sejak kapan ada kura-kura yang dibawa terbang oleh angsa? Bukan kura-kura itu tetapi tahi kerbau kering, sarang karu-karu! Oleh-oleh untuk anak angsa, begitulah adanya!” Begitulah kata si anjing jantan.

    Terdengarlah kata-kata anjing itu oleh kura-kura, marahlah batinnya. Bergetarlah mulutnya karena dianggap tahi kerbau kering, sarang karu-karu.

    Maka mengangalah mulut si kura-kura, lepas kayu yang dipagutnyam jatuhlah ke tanah dan lalu dimakan oleh serigala jantan dan betina.Si angsa malu tidak dipatuhi nasehatnya. Lalu mereka melanjutkan perjalanan melayang ke danau Manasasara.

Cerita ini mengenai dua orang sahabat anak para saudagar. Suatu hari Dharmabuddhi menemukan uang dan bercerita kepada kawannya Dustabuddhi. Lalu mereka berdua menyembunyikan uang ini di bawah sebuah pohon. Setiap kali mereka membutuhkan uang, Dharmabuddhi mengambil sebagian dan membagi secara adil. Tapi Dustabuddhi tidak puas dan suatu hari mengambil semua uang yang tersisa. Ia lalu menuduh Dharmabuddhi dan menyeretnya ke pengadilan. Tetapi akhirnya Dustabuddhi ketahuan dan dihukum.

Relief ini melukiskan cerita dua burung betet bersaudara namun berbeda kelakuannya karena yang satu dididik oleh seorang penyamun. Sedangkan yang satu oleh seorang pendeta.

Persis di sebelah candi Mendut terdapat vihara Buddha Mendut. Vihara ini dahulunya adalah sebuah biara Katholik yang kemudian tanahnya dibagi-bagi kepada rakyat pada tahun 1950-an. Lalu tanah-tanah rakyat ini dibeli oleh sebuah yayasan Buddha dan di atasnya dibangun vihara. Dalam vihara ini terdapat asrama, tempat ibadah, taman, dan beberapa patung Buddha. Beberapa di antaranya adalah sumbangan dari Jepang.

PENGERTIAN ARTI DEFINISI SEJARAH PENJELASAN PALING LENGKAP

PENGERTIAN ARTI DEFINISI SEJARAH PENJELASAN LENGKAP MENGENAI SEJARAH MANUSIA SEJARAH ZAMAN BATU PENGERTIAN SEJARAH MENURUT PARA AHLI , Orang berpendapat bahwa kejadian yang telah berlalu diartikan dengan Sejarah namun apakah anda tahu apa Pengertian Arti Definisi Sejarah yang sebenarnya ?? Berikut adalah beberapa hal yang yang sering dicari oleh para Masyarakat yang berkaitan dengan Sejarah diantaranya Yaitu ::

sejarah dunia yang hilang

sejarah dunia

sejarah majapahit

sejarah islam

sejarah nabi muhammad saw

pengertian sejarah

sejarah sepak bola

sejarah facebook


arti sejarah sebagai ilmu

definisi sejarah secara umum

pengertian sejarah

definisi sejarah menurut para ahli

definisi sejarah menurut para tokoh

definisi sejarah kebudayaan islam

definisi sejarah menurut ibnu khaldun

definisi sejarah menurut herodotus

definisi sejarah menurut aristoteles

arti sejarah menurut para ahli

arti sejarah menurut para tokoh

arti sejarah menurut para ahli indonesia

arti sejarah lokal

arti sejarah menurut bahasa arab

arti sejarah islam

pengertian sejarah menurut para ahli

ruang lingkup sejarah

manfaat sejarah

pengertian sejarah sebagai kisah

pengertian sejarah peradaban islam

manfaat belajar sejarah

kegunaan sejarah

hakikat sejarah


Dibawah ini akan dibahas dan diulas segala hal yang berkaitan dengan Arti Pengertian Definisi Hakikat Ruang Lingkup Manfaat Sejarah seperti apa yang sering dicari oleh Masyarakat ::

Sejarah menurut bahasa Yunani ἱστορία, historia, yang berarti "penyelidikan, pengetahuan yang diperoleh melalui penelitian" adalah studi tentang masa lalu, khususnya bagaimana kaitannya dengan manusia. Dalam bahasa Indonesia sejarah babad, hikayat, riwayat, atau tambo dapat diartikan sebagai kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau atau asal usul (keturunan) silsilah, terutama bagi raja-raja yang memerintah. Ini adalah istilah umum yang berhubungan dengan peristiwa masa lalu serta penemuan, koleksi, organisasi, dan penyajian informasi mengenai peristiwa ini. Istilah ini mencakup kosmik, geologi, dan sejarah makhluk hidup, tetapi seringkali secara umum diartikan sebagai sejarah manusia. Para sarjana yang menulis tentang sejarah disebut ahli sejarah atau sejarawan. Peristiwa yang terjadi sebelum catatan tertulis disebut Prasejarah.

Sejarah juga dapat mengacu pada bidang akademis yang menggunakan narasi untuk memeriksa dan menganalisis urutan peristiwa masa lalu, dan secara objektif menentukan pola sebab dan akibat yang menentukan mereka. Ahli sejarah terkadang memperdebatkan sifat sejarah dan kegunaannya dengan membahas studi tentang ilmu sejarah sebagai tujuan itu sendiri dan sebagai cara untuk memberikan "pandangan" pada permasalahan masa kini.

Cerita umum untuk suatu budaya tertentu, tetapi tidak didukung oleh pihak luar (seperti cerita seputar Raja Arthur) biasanya diklasifikasikan sebagai warisan budaya atau legenda, karena mereka tidak mendukung "penyelidikan tertarik" yang diperlukan dari disiplin sejarah. Herodotus, abad ke-5 SM ahli sejarah Yunani dalam masyarakat Barat dianggap sebagai "bapak sejarah", dan, bersama dengan kontemporer Thucydides, membantu membentuk dasar bagi studi modern sejarah manusia. Kiprah mereka terus dibaca hari ini dan kesenjangan antara budaya Herodotus dan Thucydides militer yang berfokus tetap menjadi titik pertikaian atau pendekatan dalam penulisan sejarah moderen. Dalam tradisi Timur, sebuah riwayat negara Chun Qiu dikenal untuk dikompilasi mulai sejak 722 SM meski teks-teks abad ke-2 SM selamat.

Pengaruh kuno telah membantu penafsiran varian bibit sifat sejarah yang telah berkembang selama berabad-abad dan terus berubah hari ini. Studi modern sejarah mulai meluas, dan termasuk studi tentang daerah tertentu dan studi topikal tertentu atau unsur tematik dalam penyelidikan sejarah. Seringkali sejarah diajarkan sebagai bagian dari pendidikan dasar dan menengah, dan studi akademis sejarah adalah ilmu utama dalam penelitian di Universitas.

Kata sejarah secara harafiah berasal dari kata Arab (شجرة: šajaratun) yang artinya pohon. Dalam bahasa Arab sendiri, sejarah disebut tarikh (تاريخ ). Adapun kata tarikh dalam bahasa Indonesia artinya kurang lebih adalah waktu atau penanggalan. Kata Sejarah lebih dekat pada bahasa Yunani yaitu historia yang berarti ilmu atau orang pandai. Kemudian dalam bahasa Inggris menjadi history, yang berarti masa lalu manusia. Kata lain yang mendekati acuan tersebut adalah Geschichte yang berarti sudah terjadi.

Dalam istilah bahasa-bahasa Eropa, asal-muasal istilah sejarah yang dipakai dalam literatur bahasa Indonesia itu terdapat beberapa variasi, meskipun begitu, banyak yang mengakui bahwa istilah sejarah berasal-muasal,dalam bahasa Yunani historia. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan history, bahasa Prancis historie, bahasa Italia storia, bahasa Jerman geschichte, yang berarti yang terjadi, dan bahasa Belanda dikenal gescheiedenis.

Istilah ini masuk dalam bahasa Inggris pada tahun 1390 dengan makna "hubungan kejadian, cerita". Pada Bahasa Inggris Pertengahan, artinya adalah "cerita" secara umum. Pembatasan terhadap arti "catatan peristiwa masa lalu" muncul pada akhir abad ke-15. Saat itu masih dalam arti Yunani yang pada saat itu juga Francis Bacon menggunakan istilah tersebut pada akhir abad ke-16, ketika ia menulis tentang "Sejarah Alam". baginya, historia adalah "pengetahuan tentang objek yang ditentukan oleh ruang dan waktu", sehingga jenis pengetahuan disediakan oleh Ingatan (sementara Ilmu disediakan oleh akal, dan puisi disediakan oleh fantasi).

Menilik pada makna secara kebahasaan dari berbagai bahasa di atas dapat ditegaskan bahwa pengertian sejarah menyangkut dengan waktu dan peristiwa. Oleh karena itu masalah waktu penting dalam memahami satu peristiwa, maka para sejarawan cenderung mengatasi masalah ini dengan membuat periodisasi.

Dalam sebuah ekspresi linguistik sintetik vs. analitik / isolasi dikotomi, (史 vs. 诌) sekarang menunjuk kata yang berbeda untuk sejarah manusia atau bercerita secara umum. Di Jerman, Perancis, dan sebagian bahasa Jermanik dan Romantis, kata yang sama masih digunakan untuk pemakaian kata "sejarah" dan "cerita".

kata sifat historical dibuktikan dari tahun 1661, dan historic dari tahun 1669.Historian dalam pengartian sebuah "Peneliti sejarah" dibuktikan dari tahun 1531. dalam semua bahasa Eropa, "sejarah" masih digunakan untuk pemakaian kata "apa yang terjadi dengan laki-laki", dan "studi ilmiah yang terjadi", arti yang terakhir kadang-kadang dibedakan dengan huruf kapital, "Sejarah", atau kata historiografi.

Pengertian sejarah menurut para ahli

    J.V. Bryce

Sejarah adalah catatan dari apa yang telah dipikirkan, dikatakan, dan diperbuat oleh manusia.

    W.H. Walsh

Sejarah itu menitikberatkan pada pencatatan yang berarti dan penting saja bagi manusia. Catatan itu meliputi tindakan-tindakan dan pengalaman-pengalaman manusia di masa lampau pada hal-hal yang penting sehingga merupakan cerita yang berarti.

    Patrick Gardiner

Sejarah adalah ilmu yang mempelajari apa yang telah diperbuat oleh manusia.

    Roeslan Abdulgani

Ilmu sejarah adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang meneliti dan menyelidiki secara sistematis keseluruhan perkembangan masyarakat serta kemanusiaan di masa lampau beserta kejadian-kejadian dengan maksud untuk kemudian menilai secara kritis seluruh hasil penelitiannya tersebut, untuk selanjutnya dijadikan perbendaharaan pedoman bagi penilaian dan penentuan keadaan sekarang serta arah proses masa depan.

    Moh. Yamin

Sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan bahan kenyataan.

    Ibnu Khaldun (1332-1406)

Sejarah didefinisikan sebagai catatan tentang masyarakat umum manusia atau peradaban manusia yang terjadi pada watak/sifat masyarakat itu.

    R. Moh. Ali

Moh. Ali dalam bukunya Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia, mempertegas pengertian sejarah sebagai berikut:

    Jumlah perubahan-perubahan, kejadian atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.
    Cerita tentang perubahan-perubahan, kejadian, atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.
    Ilmu yang bertugas menyelidiki perubahan-perubahan, kejadian, dan atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.

Dari beberapa uraian di atas dibuat kesimpulan sederhana bahwa sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari segala peristiwa atau kejadian yang telah terjadi pada masa lampau dalam kehidupan umat manusia. Dalam kehidupan manusia, peristiwa sejarah merupakan suatu peristiwa yang abadi, unik, dan penting.

    Peristiwa yang abadi

Peristiwa sejarah tidak berubah-ubah dan tetap dikenang sepanjang masa.

    Peristiwa yang unik

Peristiwa sejarah hanya terjadi satu kali dan tidak pernah terulang persis sama untuk kedua kalinya.

    Peristiwa yang penting

Peristiwa sejarah mempunyai arti dalam menentukan kehidupan orang banyak.
Klasifikasi

Karena lingkup sejarah sangat besar, perlu klasifikasi yang baik untuk memudahkan penelitian. Bila beberapa penulis seperti H.G. Wells, Will Durant, dan Ariel Durant menulis sejarah dalam lingkup umum, kebanyakan sejarawan memiliki keahlian dan spesialisasi masing-masing.

Ada banyak cara untuk memilah informasi dalam sejarah, antara lain:

    Berdasarkan kurun waktu (kronologis).
    Berdasarkan wilayah (geografis).
    Berdasarkan negara (nasional).
    Berdasarkan kelompok suku bangsa (etnis).
    Berdasarkan topik atau pokok bahasan (topikal).

Dalam pemilahan tersebut, harus diperhatikan bagaimana cara penulisannya seperti melihat batasan-batasan temporal dan spasial tema itu sendiri. Jika hal tersebut tidak dijelaskan, maka sejarawan mungkin akan terjebak ke dalam falsafah ilmu lain, misalnya sosiologi. Inilah sebabnya Immanuel Kant yang disebut-sebut sebagai Bapak Sosiologi mengejek sejarah sebagai "penata batu-bata" dari fakta-fakta sosiologis.

Banyak orang yang mengkritik ilmu sejarah. Para pengkritik tersebut melihat sejarah sebagai sesuatu yang tidak ilmiah karena tidak memenuhi faktor-faktor keilmuan, terutama faktor "dapat dilihat atau dicoba kembali", artinya sejarah hanya dipandang sebagai pengetahuan belaka, bukan sebagai ilmu. Sebenarnya, pendapat ini kurang bisa diterima akal sehat karena sejarah mustahil dapat diulang walau bagaimana pun caranya karena sejarah hanya terjadi sekali untuk selama-lamanya. Walau mendapat tantangan sedemikian itu, ilmu sejarah terus berkembang dan menunjukkan keeksisannya dalam tataran ilmu.

Ahli sejarah mendapatkan informasi mengenai masa lampau dari berbagai sumber, seperti catatan yang ditulis atau dicetak, mata uang atau benda bersejarah lainnya, bangunan dan monumen, serta dari wawancara (yang sering disebut sebagai "sejarah penceritaan", atau oral history dalam bahasa Inggris). Untuk sejarah modern, sumber-sumber utama informasi sejarah adalah: foto, gambar bergerak (misalnya: film layar lebar), audio, dan rekaman video. Tidak semua sumber-sumber ini dapat digunakan untuk penelitian sejarah, karena tergantung pada periodeyang hendak diteliti atau dipelajari. Penelitian sejarah juga bergantung pada historiografi, atau cara pandang sejarah, yang berbeda satu dengan yang lainnya.

Ada banyak alasan mengapa orang menyimpan dan menjaga catatan sejarah, termasuk: alasan administratif (misalnya: keperluan sensus, catatan pajak, dan catatan perdagangan), alasan politis (guna memberi pujian atau kritik pada pemimpin negara, politikus, atau orang-orang penting), alasan keagamaan, kesenian, pencapaian olah raga (misalnya: rekor Olimpiade), catatan keturunan (genealogi), catatan pribadi (misalnya surat-menyurat), dan hiburan.

Namun dalam penulisan sejarah, sumber-sumber tersebut perlu dipilah-pilah. Metode ini disebut dengan kritik sumber. Kritik sumber dibagi menjadi dua macam, yaitu ekstern dan intern. Kritik ekstern adalah kritik yang pertama kali harus dilakukan oleh sejarawan saat dia menulis karyanya, terutama jika sumber sejarah tersebut berupa benda. Yakni dengan melihat validisasi bentuk fisik karya tersebut, mulai dari bentuk, warna dan apa saja yang dapat dilihat secara fisik. Sedang kritik intern adalah kritik yang dilihat dari isi sumber tersebut, apakah dapat dipertanggungjawabkan atau tidak.

Wawancara juga dipakai sebagai sumber sejarah. Namun perlu pula sejarawan bertindak kritis baik dalam pemilahan narasumber sampai dengan translasi ke bentuk digital atau tulisan.

Sejarah manusia dan prasejarah

↑ Hominina/sebelum Homo (Pliocene)

Sistem tiga zaman prasejarah

    Zaman Batu

    >> Paleolitikum bawah: Homo, Homo erectus,
    >> Paleolitikum tengah: awal Maho sapiens
    >> Paleolitikum atas: perilaku modernitas
    >> Neolitikum: peradaban

    Zaman perunggu

    >> Timur Dekat | India • Eropa • China • Korea

    Zaman Besi
    >> Keruntuhan Zaman Perunggu • Timur Dekat Kuno • India • Eropa • China • Jepang • Korea • Nigeria

Sejarah

    Catatan terlama (2500–500 SM)
    Zaman purbakala (500 SM–500 M)
    Zaman pertengahan (500–1500)
    Modern permulaan (1500–1800)
    Modern (1800 to present)

Dulu, penelitian tentang sejarah terbatas pada penelitian atas catatan tertulis atau sejarah yang diceritakan. Akan tetapi, seiring dengan peningkatan jumlah akademik profesional serta pembentukan cabang ilmu pengetahuan yang baru sekitar abad ke-19 dan 20, terdapat pula informasi sejarah baru. Arkeologi, antropologi, dan cabang-cabang ilmu sosial lainnya terus memberikan informasi yang baru, serta menawarkan teori-teori baru tentang sejarah manusia. Banyak ahli sejarah yang bertanya: apakah cabang-cabang ilmu pengetahuan ini termasuk dalam ilmu sejarah, karena penelitian yang dilakukan tidak semata-mata atas catatan tertulis? Sebuah istilah baru, yaitu nirleka, dikemukakan. Istilah "prasejarah" digunakan untuk mengelompokkan cabang ilmu pengetahuan yang meneliti periode sebelum ditemukannya catatan sejarah tertulis.

Pada abad ke-20, pemisahan antara sejarah dan prasejarah mempersulit penelitian. Ahli sejarah waktu itu mencoba meneliti lebih dari sekadar narasi sejarah politik yang biasa mereka gunakan. Mereka mencoba meneliti menggunakan pendekatan baru, seperti pendekatan sejarah ekonomi, sosial, dan budaya. Semuanya membutuhkan bermacam-macam sumber. Di samping itu, ahli prasejarah seperti Vere Gordon Childe menggunakan arkeologi untuk menjelaskan banyak kejadian-kejadian penting di tempat-tempat yang biasanya termasuk dalam lingkup sejarah (dan bukan prasejarah murni). Pemisahan seperti ini juga dikritik karena mengesampingkan beberapa peradaban, seperti yang ditemukan di Afrika Sub-Sahara dan di Amerika sebelum kedatangan Columbus.

Akhirnya, secara perlahan-lahan selama beberapa dekade belakangan ini, pemisahan antara sejarah dan prasejarah sebagian besar telah dihilangkan.

Sekarang, tidak ada yang tahu pasti kapan sejarah dimulai. Secara umum sejarah diketahui sebagai ilmu yang mempelajari apa saja yang diketahui tentang masa lalu umat manusia (walau sudah hampir tidak ada pemisahan antara sejarah dan prasejarah, ada bidang ilmu pengetahuan baru yang dikenal dengan Sejarah Besar). Kini sumber-sumber apa saja yang dapat digunakan untuk mengetahui tentang sesuatu yang terjadi pada masa lampau (misalnya: sejarah penceritaan, linguistik, genetika, dan lain-lain), diterima sebagai sumber yang sah oleh kebanyakan ahli sejarah.
Historiografi
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Historiografi

Historiografi adalah ilmu yang meneliti dan mengurai informasi sejarah berdasarkan sistem kepercayaan dan filsafat. Walau tentunya terdapat beberapa bias (pendapat subjektif) yang hakiki dalam semua penelitian yang bersifat historis (salah satu yang paling besar di antaranya adalah subjektivitas nasional), sejarah dapat dipelajari dari sudut pandang ideologis, misalnya: historiografi Marxisme.

Ada pula satu bentuk pengandaian sejarah (spekulasi mengenai sejarah) yang dikenal dengan sebutan "sejarah virtual" atau "sejarah kontra-faktual" (yaitu: cerita sejarah yang berlawanan—atau kontra—dengan fakta yang ada). Ada beberapa ahli sejarah yang menggunakan cara ini untuk mempelajari dan menjelajahi kemungkinan-kemungkinan yang ada apabila suatu kejadian tidak berlangsung atau malah sebaliknya berlangsung. Hal ini mirip dengan jenis cerita fiksi sejarah alternatif.
Metode kajian sejarah

Ahli-ahli sejarah terkemuka yang membantu mengembangkan metode kajian sejarah antara lain: Leopold von Ranke, Lewis Bernstein Namier, Geoffrey Rudolf Elton, G. M. Trevelyan, dan A. J. P. Taylor. Pada tahun 1960an, para ahli sejarah mulai meninggalkan narasi sejarah yang bersifat epik nasionalistik, dan memilih menggunakan narasi kronologis yang lebih realistik.

Ahli sejarah dari Perancis memperkenalkan metode sejarah kuantitatif. Metode ini menggunakan sejumlah besar data dan informasi untuk menelusuri kehidupan orang-orang dalam sejarah.

Ahli sejarah dari Amerika, terutama mereka yang terilhami zaman gerakan hak asasi dan sipil, berusaha untuk lebih mengikutsertakan kelompok-kelompok etnis, suku, ras, serta kelompok sosial dan ekonomi dalam kajian sejarahnya.

Dalam beberapa tahun kebelakangan ini, ilmuwan posmodernisme dengan keras mempertanyakan keabsahan dan perlu tidaknya dilakukan kajian sejarah. Menurut mereka, sejarah semata-mata hanyalah interpretasi pribadi dan subjektif atas sumber-sumber sejarah yang ada. Dalam bukunya yang berjudul In Defense of History (terj: Pembelaan akan Sejarah), Richard J. Evans, seorang profesor bidang sejarah modern dari Universitas Cambridge di Inggris, membela pentingnya pengkajian sejarah untuk masyarakat.

Sejarah adalah topik ilmu pengetahuan yang sangat menarik. Tak hanya itu, sejarah juga mengajarkan hal-hal yang sangat penting, terutama mengenai: keberhasilan dan kegagalan dari para pemimpin kita, sistem perekonomian yang pernah ada, bentuk-bentuk pemerintahan, dan hal-hal penting lainnya dalam kehidupan manusia sepanjang sejarah. Dari sejarah, kita dapat mempelajari apa saja yang memengaruhi kemajuan dan kejatuhan sebuah negara atau sebuah peradaban. Kita juga dapat mempelajari latar belakang alasan kegiatan politik, pengaruh dari filsafat sosial, serta sudut pandang budaya dan teknologi yang bermacam-macam, sepanjang zaman.

Salah satu kutipan yang paling terkenal mengenai sejarah dan pentingnya kita belajar mengenai sejarah ditulis oleh seorang filsuf dari Spanyol, George Santayana. Katanya: "Mereka yang tidak mengenal masa lalunya, dikutuk untuk mengulanginya."

Filsuf dari Jerman, Georg Wilhelm Friedrich Hegel mengemukakan dalam pemikirannya tentang sejarah: "Inilah yang diajarkan oleh sejarah dan pengalaman: bahwa manusia dan pemerintahan tidak pernah belajar apa pun dari sejarah atau prinsip-prinsip yang didapat darinya." Kalimat ini diulang kembali oleh negarawan dari Inggris Raya, Winston Churchill, katanya: "Satu-satunya hal yang kita pelajari dari sejarah adalah bahwa kita tidak benar-benar belajar darinya."

Winston Churchill, yang juga mantan jurnalis dan seorang penulis memoar yang berpengaruh, pernah pula berkata "Sejarah akan baik padaku, karena aku akan menulisnya." Tetapi sepertinya, ia bukan secara literal merujuk pada karya tulisnya, tetapi sekadar mengulang sebuah kutipan mengenai filsafat sejarah yang terkenal: "Sejarah ditulis oleh sang pemenang." Maksudnya, seringkali pemenang sebuah konflik kemanusiaan menjadi lebih berkuasa dari taklukannya. Oleh karena itu, ia lebih mampu untuk meninggalkan jejak sejarah—dan pemelesetan fakta sejarah—sesuai dengan apa yang mereka rasa benar.

Pandangan yang lain lagi menyatakan bahwa kekuatan sejarah sangatlah besar sehingga tidak mungkin dapat diubah oleh usaha manusia. Atau, walaupun mungkin ada yang dapat mengubah jalannya sejarah, orang-orang yang berkuasa biasanya terlalu dipusingkan oleh masalahnya sendiri sehingga gagal melihat gambaran secara keseluruhan.

Masih ada pandangan lain lagi yang menyatakan bahwa sejarah tidak pernah berulang, karena setiap kejadian sejarah adalah unik. Dalam hal ini, ada banyak faktor yang menyebabkan berlangsungnya suatu kejadian sejarah; tidak mungkin seluruh faktor ini muncul dan terulang lagi. Maka, pengetahuan yang telah dimiliki mengenai suatu kejadian pada masa lampau tidak dapat secara sempurna diterapkan untuk kejadian pada masa sekarang. Tetapi banyak yang menganggap bahwa pandangan ini tidak sepenuhnya benar, karena pelajaran sejarah tetap dapat dan harus diambil dari setiap kejadian sejarah. Apabila sebuah kesimpulan umum dapat dengan seksama diambil dari kejadian ini, maka kesimpulan ini dapat menjadi pelajaran yang penting.
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. BERITA DUNIA PENDIDIKAN - All Rights Reserved