SEJARAH ASAL USUL BERDIRINYA CANDI MENDUT DIKUPAS LENGKAP

SEJARAH ASAL USUL BERDIRINYA CANDI MENDUT DIKUPAS LENGKAP , Mungkin anda pasti tidak asing mendengar salah satu Candi di Indonesia yaitu Candi Mendut, namun apakah anda sudah mengetahui mengenai Asal Usul Sejarah Berdirinya Candi Mendut ?? Berikut dibawah ibi akan di ulas secara tuntas dan lengkap mengenai Sejarah Asal Usul Candi Mendut .

Candi Mendut adalah sebuah candi bercorak Buddha. Letak Lokasi Alamat Candi Mendut ?? Candi Mendut terletak di Jalan Mayor Kusen Kota Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah ini, letaknya berada sekitar 3 kilometer dari candi Borobudur.

Candi Mendut didirikan Oleh Siapa ?? Candi Mendut didirikan semasa pemerintahan Raja Indra dari dinasti Syailendra. Di dalam prasasti Karangtengah yang bertarikh 824 Masehi, disebutkan bahwa raja Indra telah membangun bangunan suci bernama wenuwana yang artinya adalah hutan bambu. Oleh seorang ahli arkeologi Belanda bernama J.G. de Casparis, kata ini dihubungkan dengan Candi Mendut.

Bahan bangunan candi Mendut Terbuat dari Apa ?? Bangunan Candi Mendut sebenarnya adalah batu bata yang ditutupi dengan batu alam. Bangunan ini terletak pada sebuah basement yang tinggi, sehingga tampak lebih anggun dan kokoh. Tangga naik dan pintu masuk menghadap ke barat-daya. Di atas basement terdapat lorong yang mengelilingi tubuh candi. Atapnya bertingkat tiga dan dihiasi dengan stupa-stupa kecil. Berapa Jumlah Stupa Yang Ada di Candi Mendut Sekarang ?? Jumlah stupa-stupa kecil yang terpasang sekarang adalah 48 buah. Berapa Tinggi Bangunan Candi Mendut ?? Tinggi bangunan Candi Mendut adalah 26,4 meter.

Hiasan yang terdapat pada candi Mendut berupa hiasan yang berselang-seling. Dihiasi dengan ukiran makhluk-makhluk kahyangan berupa dewata gandarwa dan apsara atau bidadari, dua ekor kera dan seekor garuda.

Pada kedua tepi tangga terdapat relief-relief cerita Pancatantra dan jataka.

Dinding candi dihiasi relief Boddhisatwa di antaranya Awalokiteśwara, Maitreya, Wajrapāṇi dan Manjuśri. Pada dinding tubuh candi terdapat relief kalpataru, dua bidadari, Harītī (seorang yaksi yang bertobat dan lalu mengikuti Buddha) dan Āţawaka.
Buddha dalam posisi dharmacakramudra.

Di dalam induk candi terdapat arca Buddha besar berjumlah tiga: yaitu Dhyani Buddha Wairocana dengan sikap tangan (mudra) dharmacakramudra. Di depan arca Buddha terdapat relief berbentuk roda dan diapit sepasang rusa, lambang Buddha. Di sebelah kiri terdapat arca Awalokiteśwara (Padmapāņi) dan sebelah kanan arca Wajrapāņi.

Pada relief ini terdapat lukisan cerita hewan atau fabel yang dikenal dari Cerita Sejarah Pancatantra  jataka. Cerita lengkapnya disajikan di bawah ini:

    Maka adalah seorang brahmana yang datang dari dunia bawah dan bernama Dwijeswara. Ia sangat sayang terhadap segala macam hewan.
    Maka berjalanlah dia untuk bersembahyang di gunung dan berjumpa dengan seekor kepiting di puncak gunung yang bernama Astapada, dibawa di pakaiannya. Maka kata sang brahmana: “Kubawanya ke sungai, sebab aku merasa kasihan.” Maka iapun berjalan dan berjumpa dengan sebuah balai peristirahatan di tepi sungai. Lalu dilepaslah si kepiting oleh sang brahmana. Si Astapada merasa lega hatinya. Sedangkan sang brahmana beristirahat di balai-balai ini. Ia tidur dengan nikmat, hatinya nyaman.

    Adalah seekor ular yang berteman dengan seekor gagak dan merupakan ancaman bagi sang brahmana. Maka kata si ular kepada kawannya si gagak: “Jika ada orang datang ke mari untuk tidur, ceritakan padaku, aku mangsanya.”

    Si gagak melihat sang brahmana tidur di balai-balai. Segeralah keluar si ular katanya: “Aku ingin memangsa matanya kawan.” Begitulah perjanjian mereka.

    Si kepiting yang dibawa oleh sang brahmana mendengar. Lalu kata si kepiting di dalam hati: “Aduh, sungguh buruk kejahatan si gagak dan ular. Sama-sama buruk kelakuannya.” Terpikir olehnya bahwa si kepiting berhutang budi kepada sang brahmana. Ia ingin melunasi hutangnya, maka pikirnya. “Ada siasatku, aku akan berkawan dengan keduanya.” Maka ujar si kepiting, “Wahai kedua kawanku, akan kupanjangkan leher kalian, supaya lebih nikmat kalau kalian ingin memangsa sang brahmana.” – “Aku setuju dengan usulmu, <laksanakanlah> dengan segera.” Begitulah kata si gagak dan si ular keduanya. Kedua-keduanya ikut menyerahkan leher mereka dan disupit di sisi sana dan sini oleh si kepiting dan keduanya langsung putus seketika. Matilah si gagak dan si ular

Pada relief ini terdapat lukisan cerita hewan atau fabel yang dikenal dari Pancatantra atau jataka. Cerita lengkapnya disajikan di bawah ini. Namun cerita yang disajikan di bawah ini agak berbeda versinya dengan lukisan di relief ini:

    Ada kura-kura bertempat tinggal di danau Kumudawati. Danau itu sangat permai, banyak tunjungnya beranekawarna, ada putih, merah dan (tunjung) biru.

    Ada angsa jantan betina, berkeliaran mencari makan di danau Kumudawati yang asal airnya dari telaga Manasasara.Adapun nama angsa itu, si Cakrangga (nama) angsa jantan, si Cakranggi (nama) angsa betina. Mereka itu bersama-sama tinggal di telaga Kumudawati.

    Maka sudah lamalah bersahabat dengan kura-kura. Si Durbudi (nama) si jantan, sedangkan si Kacapa (nama) si betina.

    Maka sudah hampir tibalah musim kemarau. Air di danau Kumudawati semakin mengeringlah. [Kedua] angsa, si Cakrangga dan si Cakranggi lalu berpamitan kepada kawan mereka si kura-kura; si Durbudi dan si Kacapa. Katanya:

    “Wahai kawan kami meminta diri pergi dari sini. Kami ingin pergi dari sini, sebab semakin mengeringlah air di danau. Apalagi menjelang musim kemarau.Tidak kuasalah kami jauh dari air. Itulah alasannya kami ingin terbang dari sini, mengungsi ke sebuah danau di pegunungan Himawan yang bernama Manasasana. Amat murni airnya bening dan dalam. Tidak mengering walau musim kemarau sekalipun. Di sanalah tujuan kami kawan.” Begitulah kata si angsa.Maka si kura-kurapun menjawab, katanya:

    “Aduhai sahabat, sangat besar cinta kami kepada anda, sekarang anda akan meninggalkan kami, berusaha untuk hidupmu sendiri.

    Bukankah (keadaannya) sama kami dengan anda, tidak bisa jauh dari air? Ke mana pun anda pergi kami akan ikut, dalam suka dan duka anda. Inilah hasil persahabatan kami dengan kalian.

    Angsa menjawab: “Baiklah kura-kura. Kami ada akal. Ini ada kayu, pagutlah olehmu tengah-tengahnya, kami akan memagut ujungnya sana dan sini dengan isteriku. Kuatlah kami nanti membawa terbang kamu, [hanya] janganlah kendor anda memagut, dan lagi jangan berbicara. Segala yang kita atasi selama kami menerbangkan anda nanti, janganlah hendaknya anda tegur juga. Jika ada yang bertanya jangan pula dijawab. Itulah yang harus anda lakukan, jangan tidak mentaati kata-kata kami. Apabila anda tidak mematuhi petunjuk kami tak akan berhasil anda sampai ke tempat tujuan, akan berakhir mati.”Maka demikianlah kata angsa.

    Lalu dipagutlah tengah-tengah kayu itu oleh si kura-kura, ujung dan pangkalnya dipatuk oleh angsa, di sana dan di sini, laki bini, kanan kiri.Segera terbang dibawa oleh angsa, akan mengembara ke telaga Manasasara, tempat tujuan yang diharapkannya. Telah jauh terbang mereka, sampailah di atas ladang Wilanggala.Maka adalah anjing jantan dan betina yang bernaung di bawah pohon mangga. Si Nohan nama si anjing jantan, si Babyan nama si betina.

Maka mendongaklah si anjing betina, melihat si angsa terbang, keduanya sama menerbangkan kura-kura. Lalu katanya.“Wahai bapak anakku, lihatlah itu ada hal yang amat mustahil. Kura-kura yang diterbangkan oleh angsa sepasang!”Lalu si anjing jantan menjawab: “Sungguh mustahil kata-katamu. Sejak kapan ada kura-kura yang dibawa terbang oleh angsa? Bukan kura-kura itu tetapi tahi kerbau kering, sarang karu-karu! Oleh-oleh untuk anak angsa, begitulah adanya!” Begitulah kata si anjing jantan.

    Terdengarlah kata-kata anjing itu oleh kura-kura, marahlah batinnya. Bergetarlah mulutnya karena dianggap tahi kerbau kering, sarang karu-karu.

    Maka mengangalah mulut si kura-kura, lepas kayu yang dipagutnyam jatuhlah ke tanah dan lalu dimakan oleh serigala jantan dan betina.Si angsa malu tidak dipatuhi nasehatnya. Lalu mereka melanjutkan perjalanan melayang ke danau Manasasara.

Cerita ini mengenai dua orang sahabat anak para saudagar. Suatu hari Dharmabuddhi menemukan uang dan bercerita kepada kawannya Dustabuddhi. Lalu mereka berdua menyembunyikan uang ini di bawah sebuah pohon. Setiap kali mereka membutuhkan uang, Dharmabuddhi mengambil sebagian dan membagi secara adil. Tapi Dustabuddhi tidak puas dan suatu hari mengambil semua uang yang tersisa. Ia lalu menuduh Dharmabuddhi dan menyeretnya ke pengadilan. Tetapi akhirnya Dustabuddhi ketahuan dan dihukum.

Relief ini melukiskan cerita dua burung betet bersaudara namun berbeda kelakuannya karena yang satu dididik oleh seorang penyamun. Sedangkan yang satu oleh seorang pendeta.

Persis di sebelah candi Mendut terdapat vihara Buddha Mendut. Vihara ini dahulunya adalah sebuah biara Katholik yang kemudian tanahnya dibagi-bagi kepada rakyat pada tahun 1950-an. Lalu tanah-tanah rakyat ini dibeli oleh sebuah yayasan Buddha dan di atasnya dibangun vihara. Dalam vihara ini terdapat asrama, tempat ibadah, taman, dan beberapa patung Buddha. Beberapa di antaranya adalah sumbangan dari Jepang.

DATAR NAMA CANDI DI SELURUH INDONESIA

DATAR NAMA-NAMA CANDI DI SELURUH INDONESIA, Mungki yang kita ketahui atau yang kita kenal Candi yang ada di Indonesia yaitu Candi Borobudur (BACA: Sejarah Lengkap Berdirinya Candi Borobudur) dan Candi Prambanan (BACA: Sejarah Asal Usul Berdirinya Candi Prambanan) Sebenarnya selain 2 Candi tersebut masih banyak Candi lainnya. Dibawah ini adalah beberapa hal yang sering ditanyakan mengenai Candi di Indonesia Yaitu :

nama candi peninggalan hindu

nama candi yang ada di jawa timur

nama candi prambanan

nama candi dan letaknya

nama candi di jawa tengah

nama candi bercorak hindu

nama candi dan gambarnya

nama candi budha


nama candi di Indonesia

nama candi di Dieng

nama candi diMojokerto

nama candi di Jambi

nama candi di Garut

nama candi di Magelang

nama candi di Jawa Timur

nama candi di Yogyakarta


Inilah Nama Candi Di Indonesia

Banten
1. Kabupaten Pandeglang

    Situs Gunung Pulosari, Desa Cipanas

2. Kota Serang

    Situs Banten Girang, Desa Sempu

Jawa Barat
1. Kabupaten Garut

    Candi Cangkuang (Kampung Pulo, Desa Cangkuang, Kecamatan Leles), (lokasi)

2. Kabupaten Karawang

    Kompleks Situs Batujaya (Desa Telagajaya, Kecamatan Pakisjaya) (lokasi)
        Candi Jiwa
        Candi Blandongan
    Kompleks Situs Cibuaya (Desa Cibuaya, Kecamatan Cibuaya)

3. Kota Tasikmalaya

    Situs Lingga Yoni (Blok Wangkelang Kampung Sindanglengo, Sukamaju Kidul, Kecamatan Indihiang)

4. Kabupaten Bandung

    Candi Bojongmenje (Kampung Bojongmenje RT. 03 RW. 02, Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek), (lokasi)
    Candi Bojongemas (Desa Bojongemas, Kecamatan Solokanjeruk)

5. Kabupaten Ciamis

    Situs Batu Kalde atau Candi Pananjung (Cagar Alam Pananjung, Desa Pangandaran, Kecamatan Panandaran)
    Situs Karangkamulyan (Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing)
    Situs Mangunjaya (Dusun Pasirlaya, Desa Mangunjaya, Kecamatan Mangunjaya)

6. Kota Banjar

    Situs Rajegwesi (Desa Mulyasari, Kec. Pataruman)

Jawa Tengah
1. Kabupaten Magelang

    Candi Borobudur, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, (lokasi)
    Candi Mendut, Desa Mendut, Kecamatan Mungkid, (lokasi)
    Candi Pawon, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, (lokasi)
    Candi Ngawen, Desa Ngawen, Kecamatan Muntilan
    Candi Asu (Sengi), Dusun Candi Pos, Desa Sengi, Kecamatan Dukun, (lokasi)
    Candi Lumbung (Sengi), Dusun Tlatar, Desa Krogowanan, Kecamatan Sawangan
    Candi Pendem, Dusun Candi Pos, Desa Sengi, Kecamatan Dukun
    Candi Canggal atau Candi Gunung Wukir, Dusun Canggal, Desa Kadiluwih, Kecamatan Salam, (lokasi)
    Candi Selogriyo, Dusun Campurrejo, Desa Kembangkuning, Kecamatan Windusari, (lokasi)
    Candi Losari, Dusun Losari, Desa Salam, Kecamatan Salam, (lokasi)
    Candi Gunungsari, Dusun Gunungsari, Desa Gulon, Kecamatan Salam, (lokasi)
    Candi Umbul, Desa Kartoharjo, Kecamatan Grabag

2. Kabupaten Klaten

    Candi Bubrah, Prambanan (lokasi)
    Candi Prambanan, Prambanan, Klaten (lokasi)
    Candi Plaosan (Lor), Prambanan, Klaten (lokasi)
    Candi Plaosan Kidul, Prambanan, Klaten (lokasi)
    Candi Sewu, Prambanan, Klaten (lokasi)
    Candi Lumbung, Prambanan, Klaten, (lokasi)
    Candi Sojiwan, Prambanan, Klaten (lokasi)
    Candi Karangnongko, Karangnongko, Klaten, (lokasi sementara)
    Candi Merak, Karangnongko, Klaten, (lokasi sementara)
    Situs Kunden, Sumberejo, Klaten Selatan, Klaten

3. Kabupaten Karanganyar

    Candi Sukuh, Sukuh, Ngargoyoso, Karanganyar (lokasi)
    Candi Cetho, Gumeng, Jenawi, Karanganyar (lokasi)
    Candi Kethek, Gumeng, Jenawi, Karanganyar
    Situs Planggatan, Planggatan, Ngargoyoso, Karanganyar
    Situs Menggung, Nglurah, Tawangmangu, Karanganyar
    Arca Nandi Colomadu, Polsek Colomadu, Colomadu, Karanganyar

4. Kabupaten Semarang

    Candi Dukuh, Rowoboni, Banyubiru, Semarang
    Kompleks Candi Gedong Songo, Candi, Bandungan, Semarang, (lokasi sementara)
    Candi Klero, Klero, Tengaran, Semarang (Jl. Raya Solo-Semarang km 12)
    Candi Ngempon, Ngempon, Bergas, Semarang

5. Kabupaten Banjarnegara

    Kompleks Candi Dieng, Batur, Banjarnegara
        Candi Arjuna, (lokasi)
        Candi Puntadewa
        Candi Semar
        Candi Srikandi
        Candi Sembadra
        Candi Gatotkaca, (lokasi)
        Candi Setyaki
        Candi Bima
        Candi Dwarawati

6. Kabupaten Wonosobo

    Candi Bogang, Bogang, Selomerto, Wonosobo

7. Kabupaten Temanggung

    Candi Pringapus, Parakan, Temanggung, (lokasi sementara)
    Candi Gondosuli, Bulu, Temanggung
    Candi Liyangan, Liyangan, Purbasari, Ngadirejo

8. Kota Salatiga
9. Kabupaten Tegal

    Candi Bulus, Desa Bulus, Kecamatan Pedagangan
    Candi Kesuben, Desa Kesuben, Kecamatan Lebaksiu

10. Kabupaten Boyolali

    Candi Sari Cepogo, Desa Gedangan, Kecamatan Cepogo
    Candi Lawang, Desa Gedangan, Kecamatan Cepogo
    Situs Sumur Pitu, Desa Cabean Kunthi, Kecamatan Cepogo
    Situs Sumur Songo, Desa Candi Kidul, Kecamatan Cepogo
    Petirtaan Selodoko, Desa Selodoko, Kecamatan Ampel

11. Kabupaten Pati

    Candi Miyono atau Situs Kayen, Dusun Miyono (Mbuloh), Desa Kayen, Kecamatan Kayen

12. Kabupaten Blora

    Candi Sentono, Dukuh Nglaren, Desa Sentono, Kecamatan Kradenan

Daerah Istimewa Yogyakarta
1. Kabupaten Sleman

    Candi Prambanan, Desa Prambanan Kecamatan Prambanan (lokasi)
    Situs Arca Gupolo, Desa Sambirejo Kecamatan Prambanan (lokasi)
    Situs Goa Sentono, Desa Jogotirto Kecamatan Berbah (lokasi)
    Candi Kalasan atau Candi Tara, Desa Titromani Kecamatan Kalasan (lokasi)
    Candi Banyunibo, Desa Bokoharjo Kecamatan Prambanan (lokasi)
    Candi Ratu Boko atau Keraton Ratu Boko (lokasi)
    Candi Sambi Sari, Desa Porwomartini Kecamatan Kalasan (lokasi)
    Candi Sari, Desa Titromani Kecamatan Kalasan (lokasi)
    Candi Ijo, Desa Sambirejo Kecamatan Prambanan (lokasi)
    Candi Barong, Desa Sambirejo Kecamatan Prambanan (lokasi)
    Candi Kedulan,Desa Titromani Kecamatan Kalasan (lokasi)
    Candi Gebang , Kecamatan Ngemplak (lokasi)
    Candi Morangan, Kecamatan Ngemplak (lokasi sementara)
    Candi Keblak, Desa Bokoharjo Kecamatan Prambanan
    Candi Abang, Desa Jogotirto Kecamatan Berbah (lokasi sementara)
    Candi Miri, Desa Nguwot Kecamatan Prambanan (lokasi)
    Candi Dawangsari, Desa Sambirejo Kecamatan Prambanan (lokasi)
    Candi Kimpulan , Kaliurang , Besi
    Candi Klodangan , Desa Sendangtirto, Kecamatan Berbah
    Candi Palgading, Dusun Palgading, Desa Sinduharjo, Kecamatan Ngaglik (lokasi)
    Arca Bugisan atau Arca Proliman , Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan
    Candi Watu Gudhig, Desa Bokoharjo Kecamatan Prambanan (lokasi)

2. Kabupaten Bantul

    Kompleks Situs Mantup, Desa Situmulyo Kecamatan Piyungan (lokasi)
    Candi Gampingan, (lokasi)
    Situs Payak Bantul, Desa Srimulyo , Kecamatan Piyungan (lokasi)
    Situs Mangir, Desa Sendangsari , Kecamatan Pajangan

3. Kabupaten Kulon Progo

    Candi Pringtali , Desa Kebonharjo , Kecamatan Samigaluh

4. Kabupaten Gunung Kidul

    Candi Risan , Desa Candirejo , Kecamatan Semin
    Situs Gembirowati, Girijati, Panggang, Gunung Kidul

Jawa Timur
1. Kabupaten Malang

    Candi Jago (Tumpang, Malang), (lokasi)
    Candi Kidal (Tumpang, Malang), (lokasi)
    Candi Singosari (Singosari, Malang), (lokasi)
    Stupa Sumberawan (Singosari, Malang), (lokasi)
    Candi Selakelir, lereng barat laut Gunung Penanggungan
    Kompleks Percandian Gunung Arjuna
        Grup Sepilo
            Bhatara Guru
            Candi Madrin
            Patuk Lesung
            Candi Kembang
            Candi Lepek
            Rhatawu
            Hyang Semar
            Watu Ireng
            Rancang Kencana
            Candi Wesi
            Makutarama
            Sepilo
        Grup Indrokilo
            Satria Manggung
            Indrikilo
            Candi Laras
            Gua Gambir
    Candi Jawar Ombo (Ampel Gading, Malang)
    Candi Bocok (Pondokagung, Kasembon)
    Petirtaan Watugede (Watu Gede ,Singosari )
    Candi Ngabab (Ngabab, Pujon)
    Candi Gunung Telih (Gunung Rejo , Singosari)

2. Kota Malang

    Candi Badut (Malang), (lokasi)
    Candi KarangBesuki (Karangbesuki ,Sukun)

3. Kota Batu

    Candi Songgoriti atau Candi Supo ( Songgokerto , Batu ), (lokasi)
    Punden Mojorejo atau Situs Kajang (Mojorejo, Junrejo )

4. Kabupaten Kediri

    Candi Surawana (Pare, Kediri), (lokasi)
    Candi Tegowangi (Plemahan, Kediri), (lokasi)
    Arca Totok Kerot (Pagu, Kediri), (lokasi)
    Situs Calon Arang Kediri, (lokasi)
    Komplek Candi Tondowongso (Gayam,Kediri), (lokasi)
    Candi Dorok (Puncu, Kediri), (lokasi)
    Arca Ringin Budha ( Tamrin , Pare, Kediri)
    Situs Semen (Pagu, Kediri)
    Candi Semen (Pagu, Kediri), Penemuan Candi pada Movember 2013 ini sekarang dihancurkan
    Situs Babadan ( Babadan , Sumbercangkring , Gurah )
    Candi Kepung ( Jatimulyo , Kepung ,Kepung )

5. Kota Kediri

    Kompleks Pertapaan Goa Selomangleng (Mojoroto,Kediri), (lokasi)
    Gua Selobale
    Candi Setono Gedong Candi masa Kadhiri yang terletak di Jl. Dhoho ini pada bulan Oktober 2013 hampir dihancurkan oleh Takmir Masjid.
    Candi Pandean (Arca Durga)
    Candi Siti Inggil
    Candi Joko Dolog
    Candi Botolengket
    Candi Burengan
    Candi Tinalan dan Arca Ganesha
    Situs Pakelan
    Situs Dadapan
    Situs Mbah Lumpang
    Situs Sumur Bandung
    Situs Ganesha Gayam

6. Kabupaten Nganjuk

    Candi Lor (Loceret, Nganjuk), (lokasi)
    Candi Ngetos (Ngetos, Nganjuk), (lokasi)
    Yoni Brebek
    Situs Pace Kulon

7. Kabupaten Jombang

    Candi Rimbi (Bareng, Jombang), (lokasi)

8. Kabupaten Pasuruan

    Candi Jawi (Prigen, Pasuruan), (lokasi)
    Candi Kebo Ireng (Kejapanan, Pasuruan)
    Candi Gunung Gangsir (Beji, Pasuruan), (lokasi)
    Kompleks Percandian Gunung Welirang
        Reco Lanang
        Reco Wadon
        Watu Meja
        Watu Kaca
    Kompleks Percandian Gunung Ringgit , Gunung Ringgit, Dusun Godean , Desa Dayurejo , Kecamatan Prigen

9. Kabupaten Mojokerto

    Candi Bangkal (Ngoro, Mojosari), (lokasi)
    Kompleks Situs Trowulan (Mojokerto), (lokasi)
        Candi Tikus, (lokasi)
        Candi Klinterejo (Sooko, Mojokerto)
        Candi Menak Jingga, (lokasi)
        Candi Brahu, (lokasi)
        Candi Gentong, (lokasi)
        Gapura Wringin Lawang (tipe candi bentar), (lokasi)
        Gapura Bajang Ratu (tipe paduraksa), (lokasi)
        Candi Kedaton (Trowulan, Mojokerto), (lokasi)
    Kompleks Percandian Gunung Penanggungan (Trawas, Mojokerto)
        Petirtaan Jalatunda, (lokasi)
        Candi Kama I
        Candi Kama II
        Candi Gajah Mungkur
        Candi Wayang
        Candi Kendalisada
        Candi Pasetran, (lokasi)
        Gapura Jedong (gapura tipe candi bentar), (lokasi)
        Petirtaan Watu Tetek
        Petirtaan Belahan
        Candi Lemari
        Candi Bayi
        Candi Putri
        Candi Pura
        Candi Gentong
        Candi Shinta
        Candi Lurah
        Candi Carik
        Candi Yudha
        Candi Wisnu
        Candi Kepurbakalaan XII
        Candi kepurbakalaan XIII
        Candi Buyung
        Candi Kursi
        Candi Kendalisodo
        Candi Selakir dan Tekingblandong
        Candi Naga I
        Candi Pendawa
        Candi Merak
        Candi Naga II
        Goa Botol
        Makam Mbah Lipan
        Candi Griya
        Candi Dharmawangsa
        Candi Kerajaan
        Candi Pelakan Jawa I
        Candi Pelakan Jawa II
        Candi Baru
        Candi tanpa nama I
        Candi tanpa nama II
        Candi tanpa nama III
        Candi tanpa nama IV
        Candi tanpa nama V
        Candi tanpa nama VI
        Candi tanpa nama VII
        Candi Batu Jolang
        Goa I
        Goa II
        Goa III
        Goa tanpa nama
        Batu Tulis
        Goa Widodaren
        Candi Batu Terbang
        Fragmen arca, pipisan dan batu lis di hutan Segawe

10. Kota Surabaya

    Arca Joko Dolog ( Taman Aspari , Tegalsari )

11. Kabupaten Blitar

    Kompleks Candi Bacem (Kotes, Gandusari)
    Arca Ganesha Boro (Boro, Tuliskriyo, Sanan Kulon)
    Candi Kalicilik (Candirejo, Ponggok), (lokasi)
    Candi Kotes (Gandusari, Blitar), (lokasi)
    Candi Wringin Branjang (Gandusari, Blitar), (lokasi)
    Candi Sawentar (Kanigoro, Garum), (lokasi)
    Candi Sumbernanas (Rejoso, Ponggok), (lokasi)
    Candi Sumberjati atau Candi Simping (Simping, Suruhwadang), (lokasi)
    Kompleks Percandian Penataran (Penataran, Nglegok)
        Bale Agung (Penataran, Nglegok)
        Pendopo Teras (Penataran, Nglegok)
        Candi Angka Tahun (Penataran, Nglegok)
        Candi Naga (Penataran, Nglegok)
        Candi Induk Penataran (Penataran, Nglegok), (lokasi)
        Kolam Candi Penataran (Penataran, Nglegok)
        Candi Pemandian Penataran (Penataran, Nglegok)
    Candi Gambar Wetan (Candi Sewu, Nglegok)
    Candi Plumbangan (Plumbangan, Doko), (lokasi)
    Candi Tepas (Tepas, Kasembon), (lokasi)
    Candi Selo Tumpuk (Pagerjowo, Kesamben)
    Candi Sumber Agung (Sumber Agung, Gandusari)
    Candi Sirah Kencong (Ngadirejo, Wlingi)
    Candi Tapan (Bakulan, Bendosewu, Talun)
    Situs Jeding (Jeding, Sanankulon)
    Candi Mleri (Mleri, Bagelenan)
    Candi Rambut Monte (Krisik, Gandusari)
    Situs Bale Kambang (Modangan, Nglegok)

12. Kabupaten Probolinggo

    Candi Kedaton (Tiris, Probolinggo)
    Candi Jabung (Paiton, Probolinggo), (lokasi)

13. Kabupaten Tulungagung

    Candi Gayatri atau Candi Boyolangu (Boyolangu, Tulungagung),((lokasi)
    Candi Dadi (Boyolangu, Tulungagung)
    Candi Meja (Boyolangu, Tulungagung)
    Candi Cungkup atau Candi Sanggrahan (Boyolangu, Tulungagung)
    Candi Selomangleng atau Goa Pertapaan Selomangleng (Boyolangu, Tulungagung), (lokasi)
    Candi Penampihan atau Candi Asmoro Bangun (Sendang, Tulungagung)
    Candi Mirigambar (Sumbergempol, Tulungagung), (lokasi)
    Candi Ngampel (Kalidawir, Tulungagung)
    Candi Ngampel (Tanggung, Campurdarat, Tulungagung)
    Goa Trtitis (Tanggung, Campurdarat, Tulungagung)
    Goa Pasir (Pasir, Sumbergempol, Tulungagung)

14. Kabupaten Trenggalek

    Candi Brongkah atau Candi Jenggolo Manik ( Brongkah, Kedunglurah , Pogalan )

15. Kabupaten Magetan

    Candi Sadon atau Candi Reog ( Sadon, Cepoko, Panekan)
    Candi Dewi Sri ( Simbatan , Kuntoronadi , Magetan)

16. Kabupaten Sidoarjo

    Candi Pari (Porong, Sidoarjo) seberang Kolam Lumpur Lapindo, (lokasi)
    Candi Sumur (Porong, Sidoarjo) seberang Kolam Lumpur Lapindo, (lokasi)
    Candi Medalem (Tulangan, Sidoarjo)
    Candi Wangkal (Krembung, Sidoarjo)
    Candi Pamotan I dan II (Porong, Sidoarjo)
    Candi Dermo (Wonoayu, Sidoarjo)
    Candi Tawangalun (Sedati, Sidoarjo)

17. Kabupaten Lumajang

    Candi Gedhong Putri atau Candi Puro ( Kloposawit , Candipuro )
    Candi Gelisah atau Candi Agung ( Randuagung , Randuagung )

18. Kabupaten Pamekasan

    Situs Candi Burung ( Burung , Proppo )

19. Kabupaten Jember

    Candi Deres (Gumukmas, Jember)

20. Kabupaten Ponorogo

    Situs Altar Raja Dharmawangsa , Dusun Watu Dhukun, Desa Pager Ukir, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo

21. Kabupaten Bojonegoro

    Situs Kayangan Api , Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem

22. Kabupaten Gresik

    Candi Kepuh Klagen , Desa Kepuh Klagen, Kecamatan Weringin Anom

23. Kabupaten Madiun

    Candi Wonorejo , Jalan Candi , Desa Wonorejo , Kecamatan Mejayan

24. Kabupaten Ngawi

    Candi Pendem Ngawi

Bali
1. Kabupaten Gianyar

    Candi Gunung Kawi, Gianyar, (lokasi)
    Situs Goa Gajah, Tampaksiring, Gianyar, (lokasi)

2. Kabupaten Buleleng

    Candi Kalibukbuk, Buleleng, Buleleng

Sumatera Utara

1. Kabupaten Padang Lawas Utara

    Kompleks Candi Bahal atau Biaro Bahal , Desa Bahal, Kecamatan Padang Bolak
    Candi Bara , Desa Bara , Kecamatan Padang Bolak
    Candi Pulo , Desa Bahal Kecamatan Portibi
    Candi Sitopayan , Kampong Sitopayan, Kecamatan Padang Bolak
    Biaro Tanjung Bangun , Desa Bangun Purba, Kecamatan Padang Bolak
    Candi Aek Haruaya , Kampung Haruaya, Kecamatan Padang Bolak
    Situs Mangaledang , Dusun Tor Na Tambang, Desa Mangaledang Godang, Kecamatan Padang Bolak
    Situs Naga Saribu , Desa Bangun Purba, Kecamatan Padang Bolak

2. Kabupaten Mandailing Natal

    Caṇḍi Simangambat , Desa Simangambat, Kecamatan Siabu

3. Kabupaten Padang Lawas

    Candi Sipamutung , Desa Siparau, Kecamatan Barumun Tengah
    Situs Aek Tunjang , Desa Aek Tunjang, Kecamatan Barumun Tengah
    Kompleks Candi Tandihat , Desa Tandihat, Kecamatan Barumun Tengah
    Situs Aek Linta , Desa Padang Galugur Jae, Kecamatan Barumun Tengah
    Candi Sangkilon , Desa Sangkilon, Kecamatan Barumun

Sumatera Selatan
1.Kota Palembang

    Candi Angsoka, Kelurahan 20 Ilir , Kecamatan Ilir Timur I

2.Kabupaten Musi Rawas

    Candi Lesung Batu , Lesungbatu, Rawas Ulu

3.Kabupaten Muara Enim

    Kompleks Candi Bumi Ayu , Desa Bumi Ayu , Kecamatan Tanah Abang

4. Kota Pagar Alam

    Situs Rimba Candi atau Gapura Sriwijaya , Dusun Rimba Candi , Kecamatan Dempo Tengah

5.Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan

    Candi Jepara atau Batu Kebayan (batu pengantin), tepi Danau Ranau, Kecamatan Banding Agung

Sumatera Barat
1.Kabupaten Dharmasraya

    Kompleks Candi Padang Roco , Jorong Sungai Lansek , Kenagarian Siguntur
    Candi Pulau Sawah , Jorong Sungai Lansek , Kenagarian Siguntur
        Candi Pulau Sawah I
        Candi Pulau Sawah II
    Candi Bukik Awang Maombiak , Kenagarian Siguntur

2.Kabupaten Pasaman

    Candi TanjungMedan , Dusun Tanjungmedan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman,
    Candi Koto Rao , Kecamatan Rao , Kabupaten Pasaman

Jambi
1.Kabupaten Muaro Jambi

    Kompleks Candi Muaro Jambi , Desa Muarajambi, Kecamatan Maro Sebo (lokasi)

2.Kabupaten Tanjung Jabung Timur

    Kompleks Candi Situs Orang Kayu Hitam , Kelurahan Simpang, Kecamatan Berbak
        Candi Satu

Riau

    Candi Muara Takus di Kecamatan XII Koto Rao , Kabupaten Kampar
    Candi Muara Guru di Kabupaten Kampar

Bangka Belitung

    Candi Kota Kapur Desa Kota Kapur, Kecamatan Mendo, Kabupaten Bangka

Kalimantan Selatan
1.Kabupaten Hulu Sungai Utara

    Candi Agung , Amuntai Tengah, Hulu Sungai Utara. Candi Hindu.

2.Kabupaten Tapin

    Candi Laras , Candi Laras Selatan, Tapin. Candi Buddha.
    Situs Pematang Bata , Candi Laras Selatan, Tapin

3.Kabupaten Kotabaru

    Lasung Batu atau Yoni, Desa Cantung Kiri Hilir, Kelumpang Hulu, Kotabaru

Kalimantan Barat

    Candi Tanjungpura, Desa Benua Lama, Benua Kayong, Ketapang
    Arca Buddha Sambas

Kalimantan Timur
1.Kabupaten Kutai Kartanegara

    Lesong Batu, Muara Kaman Ulu, Muara Kaman
    Arca Buddha Kota Bangun

2.Kabupaten Kutai Timur

    Situs Goa Gunung Kombeng , Desa Pantun Kecamatan Muara Wahau

SEJARAH LENGKAP CANDI PRAMBANAN

SEJARAH LENGKAP BERDIRINYA CANDI PRAMBANAN - sebelum pembaca tulisan ini alangkah baiknya baca juga tulisan yang masih berkaitan dengan sejarah ini yaitu Asal muasal Sejarah Berdirinya Candi Bordur.

Candi Prambanan adalah sebuah peradaban sejarah peninggalan Hindu terbesar di kawasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, yang terletak dikawasan lebihkuang 17 kilometer di sebelah Timur kota Yogyakarta. Candi Prambanan ini merupakan sebuah kompleks percandian dengan candi induk yang menghadap ke arah Timur, dengan bentuk secara keseluruhan menyerupai gunungan pada wayang kulit setinggi 47 meter.

Para penganut Agama Hindu pasti mengenal Tri-Murti, yang terdiri dari Dewa Brahmana sebagai sang Pencipta, Dewa Wishnu sebagai sang Pemelihara dan Dewa Shiwa sebagai sang Perusak. Bilik utama dari candi induk kompleks candi Prambanan ditempati oleh Dewa Shiwa sebagai Mahadewa sehingga dapat disimpulkan bahwa candi Prambanan mreupakan candi Shiwa.

Candi Prambanan atau yang dikenal juga dengan sebutan candi Shiwa ini juga sering disebut juga sebagai candi Roro Jonggrang, karena hal ini berkaitan juga dengan sebuah legenda yang menceritakan tentang seorang dara yang jonggrang atau gadis yang jangkung, putrid Prabu (Raja, yang dalam bahasa Jawa sering disebut Ratu) Boko, yang membangun kerajaannya diatas bukit sebalah Selatan kompleks candi Prambanan.

Bagian tepi candi prambanan ini dibatasi dengan pagar langkan, yang dihiasi dengan relief Ramayana yang dapat dinikmati bilamana kita berperadaksina (berjalan mengelilingi candi dengan pusat candi selalu di sebelah kanan kita) melalui lorong itu. Cerita itu berlanjut pada langkan candi Brahma yang terletak di sebelah kiri (sebelah Selatan) candi induk. Sedang pada pagar langakn candi Wishnu yang terletak di sebelah kanan (sebelah Utara) candi induk, terpahat relief cerita Kresnadipayana yang menggambarkan kisah masa kecil Prabu Kresna sebagai penjelmaan (titisan) Dewa Wishnu dalam membasmi keangkaramurkaan yang hendak melanda dunia.

Bilik candi induk yang menghadap kea rah Utara berisi patung Durga, permaisuri Dewa Shiwa, tetapi umumnya masyarakat menyebutnya sebagai patung Roro Jonggrang, yang menurut legenda, patung batu itu sebelumnya adalah tubuh hidup dari purti cantik itu, yang dikutuk oleh ksatria Bandung Bondowoso, untuk melengkapi kesanggupannya menciptakan seribu patung dalam waktu satu malam. Candi Brahma dan candi Wishnu yang kini sudah selesai pemugarannya masing-masing hanya memiliki 1 buah bilik yang ditempati oleh patung dewa-dewa yang bersangkutan.

Dihadapan ketiga candi dari Dewa Trimurti itu terdapat tiga buah candi yang berisi wahana (kendaraan) ketiga dewa tersebut. Ketiga candi itu kini sudah dipugar dan hanya candi yang ditengah (di depan candi Shiwa) yang masih berisi patung seekor lembu yang bernama Nandi, kendaraan Dewa Shiwa. Patung angsa senagai kendaraan Brahma dan patung garuda sebagai kendaraan Wishnu yang diperkirakan dahulu mengisi bilik-bilik candi yang terletak di hadapan candi kedua Dewa itu, kini telah dipugar.

Keenam candi itu merupakan 2 kelompok yang saling berhadapan, terletak pada sebuah halaman berbentuk bujur sangkar, dengan sisi sepanjang 110 meter. Didalam halaman masih berdiri candi-candi lain, yaitu 2 buah candi pengapit dengan ketinggian 16 meter yang saling berhadapan, yang sebuah berdiri di sebelah Utara dan yang lain di sebelah Selatan, 4 buah candi kelir dan 4 buah candi sudut.

Halaman dalam yang dianggap masyarakat Hindu sebagai halaman paling sacral ini, terletak di tengah halaman tengah yang mempunyai sisi 222 meter, dan pada mulanya berisi candi-candi perwara sebanyak 224 buah berderet-deret mengelilingi hfalaman dalam 3 baris.Diluar halaman tengah ini masih terdapat halaman luar yang berbentuk segi empat dengan sisi sepanjang 390 meter.

Itulah ulasan yang dapat kami sampaikan mengenai Sejarah lengkap Berdirinya Candi Prambanan , Semoga artikel sejarah ini bisa bermanfaat buat rekan-rekan pembaca sekalian


SEJARAH BERDIRINYA CANDI BOROBUDUR

SEJARAH LENGKAP BERDIRINYA CANDI BOROBUDUR - untuk hari ini saya akan memberikan berita paling mengenai sejarah candi borobudur, sebenarnya  mengenai sejarah borobudur ini dimulai dari sebuah laporan tentang adanya sebuah penemuan Candi Borobudur tercatat sekitar pada tahun 1814 ketika sir Thomas Stanford Raffles, Gubernur Jenderal Inggris yang menjadi wali Negara Indonesia mengadakan kunjungan ke Semarang. Raffles mendapatkan informasi bahwa di daerah kedu telah ditemukan susunan batu bergambar. Raffles mengutus Cornelius seorang Belanda untuk mengadakan penelitian. Pekerjaan tersebut dilanjutkan oleh Residen Kedu bernama Hartman pada tahun 1835.

Candi  Borobudur ini sudah dibangun sekitar sejak tahun 800 Masehi atau abad ke-9. Candi Borobudur dibangun oleh para penganut agama Buddha Mahayana pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra. Candi ini dibangun pada masa kejayaan dinasti Syailendra. Pendiri Candi Borobudur yaitu Raja Samaratungga yang berasal dari wangsa atau dinasti Syailendra. Kemungkinan candi ini dibangun sekitar tahun 824 M dan selesai sekitar menjelang tahun 900-an Masehi pada masa pemerintahan Ratu Pramudawardhani yang adalah putri dari Samaratungga. Sedangkan arsitek borobudur yang berjasa membangun candi ini menurut kisah turun-temurun bernama Gunadharma.

Sebenarnya asal usul mengenai Kata Borobudur sendiri berdasarkan bukti tertulis pertama yang ditulis oleh Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jendral Britania Raya di Jawa, yang memberi nama candi ini. Tidak ada bukti tertulis yang lebih tua yang memberi nama Borobudur pada candi ini. Satu-satunya dokumen tertua yang menunjukkan keberadaan candi ini adalah kitab Nagarakretagama, yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365. Di kitab tersebut ditulis bahwa candi ini digunakan sebagai tempat meditasi penganut Buddha.

Arti nama Borobudur yaitu biara di perbukitan yang berasal dari kata "bara" (candi atau biara) dan "beduhur" (perbukitan atau tempat tinggi) dalam bahasa Sansekerta. Karena itu, sesuai dengan arti nama Borobudur, maka tempat ini sejak dahulu digunakan sebagai tempat ibadat penganut Buddha.

Candi ini selama berabad-abad tidak lagi digunakan. Kemudian karena letusan gunung berapi, sebagian besar bangunan Candi Borobudur tertutup tanah vulkanik. Selain itu, bangunan juga tertutup berbagai pepohonan dan semak belukar selama berabad-abad. Kemudian bangunan candi ini mulai terlupakan pada zaman Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-15.

Pada tahun 1814 saat Inggris menduduki Indonesia, Sir Thomas Stamford Raffles mendengar adanya penemuan benda purbakala berukuran raksasa di desa Bumisegoro daerah Magelang. Karena minatnya yang besar terhadap sejarah Jawa, maka Raffles segera memerintahkan H.C. Cornelius, seorang insinyur Belanda, untuk menyelidiki lokasi penemuan yang saat itu berupa bukit yang dipenuhi semak belukar.

Cornelius dibantu oleh sekitar 200 pria menebang pepohonan dan menyingkirkan semak belukar yang menutupi bangunan raksasa tersebut. Karena mempertimbangkan bangunan yang sudah rapuh dan bisa runtuh, maka Cornelius melaporkan kepada Raffles penemuan tersebut termasuk beberapa gambar. Karena penemuan itu, Raffles mendapat penghargaan sebagai orang yang memulai pemugaran Candi Borobudur dan mendapat perhatian dunia. Pada tahun 1835, seluruh area candi sudah berhasil digali. Candi ini terus dipugar pada masa penjajahan Belanda.

Setelah Indonesia merdeka, pada tahun 1956, pemerintah Indonesia meminta bantuan UNESCO untuk meneliti kerusakan Borobudur. Lalu pada tahun 1963, keluar keputusan resmi pemerintah Indonesia untuk melakukan pemugaran Candi Borobudur dengan bantuan dari UNESCO. Namun pemugaran ini baru benar-benar mulai dilakukan pada tanggal 10 Agustus 1973. Proses pemugaran baru selesai pada tahun 1984. Sejak tahun 1991, Candi Borobudur ditetapkan sebagai World Heritage Site atau Warisan Dunia oleh UNESCO.

Sejarah mencatat Borobudur adalah candi terbesar yang pernah dibangun untuk penghormatan terhadap sang Budha. Bayangkan saja bangunannya mencapai 14.000m persegi dengan ketinggian hingga 35,29m. Sebuah prasasti Cri Kahuluan yang berasal dari abad IX (824 Masehi) yang diteliti oleh Prof Dr J.G. Casparis, mengungkap silsilah tiga Wangsa Syailendra yang berturut-turut berkuasa pada masa itu, yakni Raja Indra, Putranya Samaratungga. Kemudian, putrinya yang bernama Samaratungga Pramodawardhani.

Letak candi ini memang diatas perbukitan yang terletak di Desa Borobudur, Mungkid, Magelang atau 42 km sebelah laut kota Yogyakarta. Dikelilingi Bukit Manoreh yang membujur dari arah timur ke barat. Sementara di sebelah timur terdapat Gunung Merapi dan Merbau, serta disebelah barat ada Gunumg Sindoro dan Gunung Sumbing.

Dibutuhkan tak kurang dari 2 juta balok batu andesit atau setara dengan 50.000m persegi untuk membangun Candi Borobudur ini. Berat keseluruhan candi mencapai 3,5 juta ton. Seperti umumnya bangunan candi, Bororbudur memiliki 3 bagian bangunan, yaitu kaki, badan dan atas. Bangunan kaki disebut Kamadhatu, yang menceritakan tentang kesadaran yang dipenuhi dengan hawa nafsu dan sifat-sifat kebinatangan. Kemudian Ruphadatu, yang bermakna sebuah tingkatan kesadaran manusia yang masih terikat hawa nafsu, materi dan bentuk. Sedangkan Aruphadatu yang tak lagi terikat hawa nafsu, materi dan bentuk digambarkan dalam bentuk stupa induk yang kosong.

Demikianlah berita paling terbaru yang dapat kami ulas seputar Sejarah Lengkap Berdirinya Candi Borobudur , Semoga artikel ini bermanfaat buat pembaca sekalian. sebelum dan sesudahnya saya ucapkan banyak terima kasih karena sudah membaca tulisan ini
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. BERITA DUNIA PENDIDIKAN - All Rights Reserved